Kamis, 17 Mei 2012 | 06:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
AP Tanggapi Enteng Sikap Tak Tertib Kelompok 78
Headline
Arifin Panigoro - inilah.com
Oleh: Arie Nugroho
Bola - Sabtu, 21 Mei 2011 | 19:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Penggagas Liga Primer Indonesia Arifin Panigoro menanggapi enteng tekanan-tekanan yang terus dilakukan oleh kelompok 78 kepada Komite Normalisasi di Kongres PSSI.

Seperti diketahui, Kongres PSSI yang berlangsung di Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2011) WIB kacau balau dan ricuh karena egoisme para peserta yang tidak menunjung etika dan tata krama berkongres. Padahal, kongres ttersebut langsung di bawah supervisi dan pemantauan Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional selaku otoritas sepakbola tertinggi di dunia.

Segerombolan peserta kongres yang biasa dikenal dengan kelompok 78 terus menerus meminta Komite Normalisasi agar mengagendakan mendegarkan penjelasan keputusan Komite Banding Pemilihan yang meloloskan berkas banding Arifin Panigoro (AP) dan George Toisutta (GT). Padahal, FIFA telah mendiskualifikasi kedua orang tersebut melalui sejumlah surat resmi maupun penjelasan langsung di forum kongres tersebut. Penjelasan itu disampaikan oleh Direktur Asosiasi dan Pengembangan FIFA Thiery Regennas yang hadir mewakili FIFA.

Namun, hal itu tidak dikabulkan oleh Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar karena hal tersebut tidak terdapat dalam agenda kongres. Agum mengingatkan bahwa kongres tersebut adalah kongres luar biasa yang dimandatkan FIFA hanya mengagendakan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015.

Namun, kelompok pendukung AP dan GT terus memaksakan kehendak mereka bahkan ada pula yang mengancam melengserkan Agum, pejabat yang ditunjuk langsung FIFA selaku otoritas sepakbola dunia, untuk mempersiapkan dan menggelar kongres. Sekitar lima jam kongres hanya berkutat pada masalah itu dan hujan interupsi datang silih berganti tiada henti. Suasana kongres pun tak bahnya seperti parlemen jalanan yang diwarnai teriakan-teriakan orasi silih berganti.

Karena dianggap suasana kongres sudah tidak lagi kondusif, akhirnya Ketua KN yang juga pemimpin kongres memutuskan untuk menutup kongres PSSI pada sekitar pukul 20.45 WIB.

Menanggapi ulah tidak tertib kelompok 78 pada saat kongres, Arfin yang ditemui wartawan Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (21/5/2011), menanggapi enteng hal itu. Dia bahkan menganalogikan kongres PSSI tersebut dengan sidang DPR, meski keduanya jelas berbeda bidang dan levelnya. Sidang DPR levelnya nasional dan politis, sedangkan kongres PSSI bagian dari agenda organisasi dunia bernama FIFA.

“Biasanya sidang seperti itu harus siap alot. Kalau di DPR dulu, setahu saya bisa dua hari dua malam. Ya itu wajar, namanya juga beda pendapat," ungkapnya santai.

Lebih lanjut, Arifin juga mengungkapkan bahwa Agum Gumelar yang bertindak sebagai pemimpin kongres harus memiliki sikap kuat dan tegas tapi demokratis mengingat keputusan Kongres PSSI harus ada suara anggota.

FIFA menegaskan kongres PSSI tersebut masuk kategori kongres luar biasa. Komitte Darurat FIFA memutuskan mengambil alih penanganan PSSI yang dalam setahun terakhir dirundung kekisruhan. FIFA turun tangan karena PSSI yang menjadi anggotanya itu tak kunjung bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

FIFA kemudian membentuk Komite Normalisasi dan menunjuk Agum sebagai ketuanya guna mengambil alih kepengurusan PSSI pimpinan Nurdin halid yang dinilai tidak kredibel mengatasi masalah yang ada, termasuk keberadaan Liga Primer Indonesia ((LPI) yang digagas Arifin Panigoro dan dapat sokongan George Toisutta. Padahal, FIFA jelas-jelas mengkategorikan LPI sebagai liga sempalan.

Regennas sempat menegaskan pilihan bagi LPI dan pihak-pihak yang menyokongnya hanya punya dua pilihan, yakni tunduk di bawah FIFA dengan mengikuti kebijakan yang digariskan atau keluar dari FIFA, berdiri sendiri di luar sistem FIFA yang telah diikuti dan diakui di seluruh dunia. [nic]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
27 Komentar
Relawan PRITIM
Senin, 23 Mei 2011 | 10:01 WIB
Relawan Pritim : 1. Mengutuk penghinaan dan caci maki yang dilakukan anggota K 78 kepada Agum Gumelar, yang nyata-nyata merupakan orang yang ditunjuk FIFA untuk menormalisasi PSSI 2.Mengutuk kelakukan peserta khususnya Anggota Ky78 yang telah memakasakan kehendak dalam mengusung GT-AP,dan lebih mementingkan Kelompok dari pada bangsa. 3.Demi menghindari Sanksi FIFA, meminta Kang Agum untuk melobi dan mengadakan kembali Kongres PSSI Wassalam Relawan Pritim
pesek
Senin, 23 Mei 2011 | 09:35 WIB
lo n antek2 lo hrs tanggung jwab klo indonesia kena sanksi FIFA. Bkal gw kjar ke lianglahat lo
agus
Senin, 23 Mei 2011 | 08:57 WIB
eh..AP kamu tuh udah tua,udah bau tanah banyak2 zikir dan bertobat ke Allah SWT.
anto
Senin, 23 Mei 2011 | 08:02 WIB
nurdin halid bandel, tapi ada yg lebih bandel, dablek, ngeyel & bodoh yaitu GT & AP SERTA PEMBERONTAK K78.
yoga
Senin, 23 Mei 2011 | 06:31 WIB
tidak apa2 kan saleh mukadar sudah janji mau di penjara....kalau gak mau biar seluruh rakyat menuntut mereka..............
ade
Senin, 23 Mei 2011 | 03:32 WIB
benar satu2nya jalan boikot LPI,biar bangkrut
pengamat
Minggu, 22 Mei 2011 | 21:37 WIB
dulu waktu AP menggagas persepakbolaan agar mandiri saya respek, tapi ternyata setelah tau tujuannya "mau berkuasa di PSSI" dgn segala cara saya jadi tidak respek
Rajasolar
Minggu, 22 Mei 2011 | 18:26 WIB
GIMANA MAU MAJU SEPAKBOLA INDONESIA KL BEGINI, MIMPI AJA DEH....
saolin
Minggu, 22 Mei 2011 | 11:29 WIB
Sopan apa.....? Kalo Bibir Dower gak ada Sopannya. bagi orang2 yg merusak sepakbola nasional. nanti kalo mati yang busuk dahulu bibir yang dower.
saolin
Minggu, 22 Mei 2011 | 11:24 WIB
Gara2 AP "setan bibir dower" ( Thick Lip ) sepakbola Indonesia jadi kacau.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.