Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 00:37 WIB

Bulan Sempurna Sepakbola Indonesia

Oleh : Anry Dhanniary | Minggu, 31 Juli 2011 | 19:27 WIB
Bulan Sempurna Sepakbola Indonesia
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bulan Juli ini bisa dibilang sebuah bulan penuh kegembiraan bagi masyarakat pencinta sepakbola Indonesia. Berbagai hal indah pun terjadi dalam 31 hari ini, apa saja?

Satu bulan menjelang bulan suci Ramadhan ternyata membawa berkah tersendiri untuk sepakbola Indonesia yang sedang 'mati suri'. Berbagai masalah internal maupun diatas lapangan bisa terselesaikan dengan membanggakan, bisa dibilang inilah awal kebangkitan 'Laskar Garuda'.

Ada beberapa faktor menarik yang terjadi didalam gejolak sepakbola lokal bulan ini:

1. Berakhirnya kisruh internal PSSI
Setelah gagal dua kali menggelar kongres, akhirnya bulan Juli ini menjadi titik terang dari lubang gelap pencarian sosok pemimpin PSSI.

Solo tanggal 9 juli lalu berhasil menelurkan Djohar Arifin Husein sebagai nahkoda baru organisasi sepakbola tertinggi di tanah air ini. Terpilihnya para pemimpin baru tampaknya turut membawa injeksi positif kedalam tubuh tim nasional.

2. Keberhasilan timnas di pra-Piala Dunia 2014
Sempat berangkat tanpa target dan diprediksi sulit mengalahkan Turkmenistan, Boaz Solossa cs berhasil membalikan prediksi dengan unggul agregat 5-4, setelah menjalankan partai tandang (20/7) dan kandang (28/7).

Dua gol Cristian Gonzales dan sepasang gol hasil M. Nasuha dan M. Ridwan cukup membawa Indonesia masuk kedalam babak ketiga kualifikasi grup Piala Dunia 2014. Sebuah kemenangan yang ditunggu publik tanah air selama tujuh bulan terakhir.

3. Masih sucinya SUGBK
Kemenangan 4-3 dikandang adalah bukti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) masih menjadi momok tersendiri ketika lawan datang berkunjung.

Dukungan puluhan ribu suporter fanatik dan pompaan semangat yang mengalir lebih deras dalam nadi pemain membuat asa meraih kemenangan terus terkembang.

Sejak Piala AFF lalu SUGBK selalu berujung kemenangan buat timnas. Noda hanya lahir saat kalah dan imbang ketika bertandang.

4. Suksesnya naturalisasi
Program naturalisasi yang dijalani PSSI era Nurdin Halid berbuah masih setelah Cristian Gonzales mengemas dua buah gol pada partai penting pra-Piala Dunia kontra Turkmenistan, dimana Indonesia unggul agregat 5-4.

Cristian Gonzales adalah salah satu contoh program penjudian yang berhasil dibuat PSSI, bersama Irfan Bachdim yang tidak bermain saat vs Turkmenistan. Tajam saat Piala AFF, 'El Loco' kembali menunjukan layak mengenakan kostum Garuda dengan dua golnya hari Kamis lalu.

5. Makin meriahnya dukungan suporter
Suporter timnas Indonesia benar-benar menjadi pemain ke-12 saat menjamu Turkmenistan kemarin. 60 ribu orang lebih memadati SUGBK sejak sore hari hingga laga usai.

Hal ini tentu melegakan, karena ternyata masyarakat masih mencintai sepakbola walau terjadi kisruh dalam kepengurusannya.

Tiket berjumlah 65 ribu lebih ludes dibeli oleh masyarakat, tapi yang menyenangkan adalah ketertiban yang tercipta saat pembelian tiket.

Insiden jelang semifinal Piala AFF Desember lalu tidak terulang. Koordinasi panitia yang baik dan disiplinnya para penonton membuat suasana sekitar stadion tidak semencekam waktu itu.

Komentar

x