Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 16:04 WIB

Merah Putih Menangis di Markas Iran

Oleh : Arie Nugroho | Sabtu, 3 September 2011 | 00:30 WIB
Merah Putih Menangis di Markas Iran
Foto : Getty Images
facebook twitter

INILAH.COM, Teheran - Sempat tampil apik di babak pertama, timnas senior Indonesia tak berdaya di babak kedua. Pasukan Garuda digilas Iran dengan tiga gol tanpa balas.

Laskar Merah Putih bertandang ke markas Iran, Stadion Azadi, dalam pertandingan perdana babak ketiga pra-Piala Dunia Grup E, Jumat (2/9/2011) malam WIB.

Pelatih timnas Wim Rijsbergen menggunakan formasi 4-4-1-1 di pertandingan ini. bomber Cristian Gonzales menjadi ujung tombak solo di lini depan dan didukung oleh Bambang Pamungkas yang bertindak sebagai penyerang lubang.

Adapun, Hariono yang di pertandingan persahabatan melawan Palestina mendapatkan cedera dan harus menerima enam jahitan di pelipisnya sudah kembali bisa diturunkan.

Sang gelandang asal klub Persib Bandung itu bahu membahu di lapangan tengah bersama gelandang enerjik Firman Utina. Sementara, duet Hamka Hamzah dan Muhammad Roby menjadi palang pintu lini belakang timnas.

Sementara, timnas Iran menggunakan skema 4-4-2 di pertandingan ini. duet Farzad Majidi dan Gholamreza Rezaei menjadi tumpuan di lini depan.

Sesuai penuturan Rijsbergen sebelumnya, timnas bermain cenderung bertahan di sepanjang babak pertama. Bepe dkk hanya sesekali melakukan serangan dengan mengandalkan counter attack.

Selama interval 30 menit pertandingan, Indonesia terus berada dalam tekanan Iran. Namun, barisan belakang timnas bermain lugas dan sukses mematahkan serangan yang di lancarkan Iran.

Penjaga gawang Garuda Markus Harison juga patut mendapatkan acungan jempol di pertandingan ini. Dia mampu beberapa kali memotong umpan-umpan silang yang dilepaskan Iran.

Peluang terbaik Iran di pertandingan ini hadir di menit ke 23. Sebuah tendangan bebas Javad Nekounam masih melambung di atas mistar gawang Indonesia.

Sementara, peluang terbaik Indonesia hadir di menit ke-30 melalui Bambang Pamungkas. Sayang, tendangan keras Bepe dari luar kotak penalti masih melambung jauh di atas gawang Iran.

Iran tercatat memiliki tiga peluang berbahaya di menit-menit kahir babak pertama melalui Farzad Majidi dan Rezaei. Namun, Markus tampil gemilang dalam mengawal gawangnya.

Hingga babak pertama berakhir, skor imbang tanpa gol masih tetap tak berubah.

Iran mencoba tampil lebih agresif di babak kedua. Sadar unggul tinggi badan atas Indonesia, pola permainan dengan mengandalkan umpan-umpan lambung menjadi andalan mereka membongkar pertahanan Merah Putih.

Hasilnya, mereka mampu menjebol gawang Indonesia tujuh meneti setelah babak kedua bergulir. Berawal dari sebuah set piece tendangan bebas, kapten Javad Nekounam menanduk bola dari jarak dekat dan tak mampu dihalau kiper timnas Markus Harison. Iran memimpin satu gol.

Gol itu sontak melecut semangat para pemain Iran untuk terus menekan pertahanan Indonesia. Pasukan besutan Carlos Queiroz itu terlihat lebih percaya diri dalam melakukan serangan.

Iran nyaris menggandakan keunggulannya di menit ke-62. Sepakan keras Rezaei dari luar kotak penalti mampu dtangkap dengan baik oleh Markus.

Dua menit kemudian, giliran Ehsan Hajyasif yang memiliki peluang bagi Iran. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti kembali mampu dtiangkap Markus.

Untuk menambah daya gedor. Pelatih Indonesia Wim Rijsbergen memasukkan Irfan Bachdim menggantikan Muhammad Ilham. Namun, kehadiran Irfan tak mampu banyak membantu Indonesia disebabkan marking ketat pemain bertahan Iran.

Iran menggandakan keunggulannya di menit ke-74. Berawal dari sebuah set piece tendangan bebas, tandukan Javad Nekounam kembali membobol gawang Indonesia.

Kali ini, tandukan back header-nya meluncur mulus di pojok kanan gawang Markus Harison. Iran kini menjauh dengan keunggulan dua gol.

Saat pertandingan tersisa empat menit lagi, Iran kembali mencetak gol. Tendangan keras Andranik Samarani tak mampu diselamatkan Markus.

Hingga pertandingan berakhir keunggulan tiga gol Iran tetap tak berubah. Dengan demikian, Iran sementara memucaki Grup E dengan tabungan tiga poin. Sedangkan, Indonesia di posisi buncit.

Untuk sementara, pertandingan antara Bahrain dan Qatar masih berlangsung. Saat ini skor pertandingan masih imbang tanpa gol.

Susunan Pemain:

Iran: Mahdi Rahmati(g); Khosro Heidari, Jalal Hossein, Hadi Aghili, Javad Nekonam, Farhad Majidi, Al Karimi, M Reza, Gholam Reza (Mahini'64), Ghasem Hadadifar (Teimourian'71), Mehrdad Pooladi

Indonesia: Markus Horison (g); Benny Wahyudi, Hamka Hamzah, M Roby, Zulkifli Syukur, M Ilham (Bacdhim'61), Hariono, Firman Utina (Okto'80), M Ridwan, Christian Gonzales, Bambang Pamungkas

Komentar

Embed Widget
x