Find and Follow Us

Selasa, 10 Desember 2019 | 23:35 WIB

'Ini 'Kan Bukan Tim Saya'

KO, Beda Postur Tubuh Jadi Alasan Pelatih Timnas

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Rabu, 7 September 2011 | 07:14 WIB
KO, Beda Postur Tubuh Jadi Alasan Pelatih Timnas
Pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen - inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Perbedaan fisik menjadi alasan kekalahan timnas Indonesia dari Bahrain. Pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen, juga menilai bahwa skuad yang dimilikinya buruk.

Alih-alih meraih tiga poin pada laga kedua Grup E kualifikasi Piala Dunia 2014, seperti yang ditargetkan sebelumnya, Indonesia justru dipermalukan Bahrain dengan skor 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (6/9/11).

Disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, Firman Utina dkk bermain tanpa pola. Pelatih pun mengakui itu dan mengatakan: "Kami memang tak layak menang."

"Saya bukan mengritik, itulah kenyataan. Jika terus main seperti itu, maka kami tidak akan mendapatkan hasil maksimal. Kami gampang sekali kehilangan bola, kami harus meningkatkan skil," ujarnya saat jumpa pers pascapertandingan.

Postur tubuh menjadi alasan kekalahan Indonesia dari tim yang pernah dibekuk 2-1 di tempat yang sama 2007 silam itu. Sebagai pelatih yang bertugas meramu strategi, Wim justru kebingungan dengan permainan pasukannya.

"Masalahnya, mereka tinggi. Kita seharusnya bermain bola bawah dan bergerak. Jika Anda main lambung maka tidak efektif. Pemain harus siap menerima bola. Tetapi bermain bola bawah juga tidak mudah," lanjutnya.

"Anda hanya butuh bergerak terus maka anda ga perlu main bola lambung. Orang melihat permainan Barcelona seolah mudah, padahal justru itu yang paling sulit."

"Anda harus bisa menerima bola. Banyak sekali kejadian dimana kami tak bisa menerima bola hanya karena ada sedikit tekanan lawan. Inilah masah utama kami di pertandingan tadi. Jika anda membandingkan Iran dan Bahrain dengan kami, maka sangat berbeda," ceplos sang pelatih.

Wim juga mengaku gayanya tak cocok dengan tim yang ada sekarang, yang merupakan 'warisan' dari mantan pelatih Alfred Riedl. Ia mengaku ia tak punya pilihan lain.

"Ini bukan tim saya. Ini yang ada dan sudah terbentuk. Saya yakin saat liga bergulir nanti, saya bisa membentuk tim baru dari awal," tandasnya.

Namun sepertinya sang pelatih lupa, atau mungkin tidak tahu, bahwa liga baru akan bergulir 8 Oktober mendatang, sementara Indonesia akan menghadapi Qatar tiga hari kemudian pada 11 Oktober.

Komentar

x