Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 Agustus 2015 | 16:20 WIB
Hide Ads

Rekrutmen Wasit Berbau KKN, PSSI Tuai Protes

Oleh : Daddy Mulyanto | Senin, 26 September 2011 | 18:30 WIB
Rekrutmen Wasit Berbau KKN, PSSI Tuai Protes
inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Bandung - Sistem perekrutan wasit yang berbau KKN oleh PSSI menuai kritik dari wasit-wasit Liga Super Indonesia (ISL). Sekitar 50 orang perangkat pertandingan berdemo di Bandung.

Mereka mempertanyakan keputusan PSSI yang tidak memanggil sejumlah wasit berpengalaman di ajang ISL.

Serentak mereka pun mendatangi GOR KONI Pajajaran di Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (26/9/201). Di sana sedang digelar seleksi penyegaran gelombang pertama yang diikuti 100 wasit untuk kompetisi musim depan.

Jimmy Napitupulu, wasit senior yang memiliki pengalaman di level internasional dan salah satu wasit terbaik di Indonesia adalah salah satu wasit yang tidak dipanggil untuk seleksi.

Jimmy berharap, langkah awal yang dilakukan PSSI adalah mencari rekomendasi ke setiap Pengprov PSSI karena masing-masing Pengprov sudah memiliki data klasifikasi wasit baik LSI, Divisi Utama, maupun Divisi lainnya.

"Kita mempertanyakan kebijakan soal perekrutan wasit sekarang, kami menilai perekrutannya berdasarkan kekerabatan artinya sama dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)," ujarnya di GOR Pajajaran, Bandung, Senin (26/9/11).

"Bahkan ada wasit yang dipanggil belum punya pengalaman sekali memimpin pertandingan di ISL, bagaimana dengan kualitas pertandingan kalau wasitnya belum berpengalaman sama sekali," lanjutnya.

Selain itu, lanjut Jimmy, menurut pasal 27 Peraturan Organisasi tentang Wasit PSSI yang berlaku, kata dia, syarat wasit yang ditugaskan harus berumur di bawah 46 tahun. Sementara dirinya baru 45 tahun dan masih bisa untuk memimpin pertandingan.

"Kalau melihat aturan saya masih bisa, tetapi saya tidak mendapat panggilan padahal saya punya pengalaman. Selain saya masih banyak wasit-wasit lainnya yang tidak panggil dan berpengalaman ada yang masih 25 tahun dan 39 tahun. Ini yang menjadi pertanyaan kita," lanjutnya.

Yang lebih mengherankan lagi, sambung Jimmy, instruktur pelatihan wasit sekarang pun tidak memiliki sertifikat instruktur wasit. Sementara dia yang sudah menjalani kepelatihan instruktur wasit di Shanghai Cina, tidak mendapat panggilan.

"Tentu saja saya heran, kenapa saya yang memiliki sertifikat instruktur tidak dapat panggilan, sementara ada instruktur yang diragukan malah dipanggil. Karena itu saya mempertanyakan kepada komite wasit sebab-sebabnya. Saran saya sih seharusnya PSSI memanggil semua wasit baik yang berpengalaman maupun tidak untuk dites bersama-sama, sehingga akan terlihat lebih fair," tegasnya.[yob]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.