INILAH.COM, Jakarta - Titus Bonai menikmati perannya di timnas Indonesia. Diakui penyerang Persipura Jayapura itu, ini tak terlepas dari keluwesan pelatih Rahmad Darmawan.
Titus Bonai menembus skuad timnas U-23 untuk Pra-Olimpiade. Namun ia mengalami masalah dengan pelatih timnas Indonesia U-23 asal Austria kala itu, Alfred Riedl, yang tegas dan disiplin, serta agak kaku.
Kini, untuk menghadapi SEA Games, timnas U-23 kembali membutuhkan tenaganya. Tibo, sapaanya, mengaku lebih relaks selama pemusatan latihan di bawah arahan Coach RD.
“Kondisi sekarang berbeda jauh dengan timnas yang sebelumnya. Karena pelatih sekarang menurut saya sangat bagus. Gaya melatih coach RD selalu melatih untuk terus bekerja sama, dan kekompakan tim juga satu hal yang pasti dia jaga,” terang Titus kepada wartawan, Jumat (4/11/11).
Salah satu penyebab perselisihan antara Tibo dan Riedl adalah kebiasaan sang penyerang mengonsumsi minuman beralkohol. Hal ini diakui Tibo, karena itu merupakan salah satu tradisi sebagian masyarakat Papua.
“Saya tidak mau munafik, iya saya minum, tetapi masih dalam batas yang bertanggung jawab. Saya minum kalau lagi sangat capek saja dan besoknya libur, tidak setiap hari. Itu juga hanya saat kumpul-kumpul, sambil ngobrol-ngobrol dan bercanda, dan itu juga saya tahu batasnya,” tegas ayah dari Natalie Erisa Bonai itu.
Berbeda dengan Riedl, menurutnya Rahmad Darmawan lebih memahami karkater pemain. “Dia (RD) mengerti cara pendekatan dengan karakter pemain Papua. Tegas tapi tetap beri kebebasan, tapi pasti kami selalu diingatkan untuk tanggung jawab,” pungkasnya.[yob]