Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 18:06 WIB

Timnas U-23 Syukuran di Kediaman Arifin Panigoro

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Rabu, 23 November 2011 | 00:09 WIB
Timnas U-23 Syukuran di Kediaman Arifin Panigoro
inilah.com/Boy Pasaribu
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Futsal Putra menghadiri acara syukuran di kediaman Arifin Panigoro, Jenggala, Selasa (22/11/11).

Acara tersebut berlangsung santai. Selain dihadiri Timnas U-23, yang mendapat medali perak, dan tim futsal putra, meraih perunggu, hadir pula pengurus PSSI mulai ketua umum Djohar Arifin Husin dan wakilnya, Farid Rahman, serta Komite Eksekutif Bob Hippy, hingga penanggungjawab timnas, Bernhard Limbong.

Setelah menikmati hidangan di ruang belakang yang terbuka, menghadap kolam renang, para pemain dan yang lain berkumpul di ruang tengah, melakukan karaoke.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kedua tim beserta ofisial maju ke depan untuk memperkenalkan diri, dipimpin pelatih Rahmad Darmawan untuk timnas U-23 dan Robby Hartono, memperkenalkan skuad timnas futsal putra.

Penanggung Jawab timnas Indonesia, Bernhard Limbong, yang memberikan sambutan, mengatakan, "Para pemain sudah berjuang keras. Kami minta maaf tidak bisa memberikan emas kepada ketua umum, pengurus, khususnya Bapak Arifin Panigoro, sebagai pengayom dan yang memberikan uang saku kepada tim."

Sementara itu, ketua umum Djohar Arifin mengakui persiapan timnas sangat mepet, karena itu prestasi di SEA Games kali ini patut dibanggakan.

"Sejak masuk kantor, fokus kami adalah timnas untuk Pra Piala Dunia. Meski mepet, kita berhasil menembus putaran ketiga. Ini adalah pencapaian terbaik sejak 1986."

"SEA Games juga demikian. Sejak seleksi awal sebanyak 50 orang sampai dengan SEA Games waktunya hanya tiga bulan. Meskipun demikian, kita bisa mendapatkan perak," tandasnya.

Sementara itu, Arifin Panigoro selaku tuan rumah mengaku kehabisan kata-kata untuk mewakili apresiasinya kepada punggawa timnas U-23. Namun menurutnya, Andik Vermansyah dkk layak meraih emas.

"Untuk sepak bola, medali boleh perak, tetapi prosesnya emas. Dibandingkan Malaysia, menurut Coach Rahmad, mereka sudah sering bertanding, di luar negeri tanding terus. Tetapi kita baru tiga bulan. Dengan latihan yang pendek, yang harusnya setahun bisa kalian mampatkan dalam 3 bulan. Ini yang kita apresiasi," ungkapnya.

Di rumah ini juga dilakukan simbolisasi penyerahan bonus uang tuani sebesr Rp 50 juta bagi timnas sepak bola dan Rp 20 juta untuk timnas futsal putra.

Komentar

Embed Widget
x