Find and Follow Us

Kamis, 21 November 2019 | 13:33 WIB

Bertho: PSSI Sengaja Tak Daftarkan Persipura

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Senin, 5 Desember 2011 | 19:53 WIB
Bertho: PSSI Sengaja Tak Daftarkan Persipura
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Anggota Komite Eksekutif PSSI dari wilayah Papua, Robertho Rouw, menyesalkan sikap PSSI yang tidak mendaftarkan Persipura Jayapura dalam Liga Champions Asia.

Karena memilih berkompetisi di Indonesia Premier League (ISL), yang tak diakui PSSI, badan tertinggi sepak bola nasional itu akhirnya tidak mendaftarkan Persipura ke Liga Champions Asia (LCA), meski Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), belum memutuskan legalitas Persipura di AFC.

"Saya selaku Komite Eksekutif perwakilan dari Papua menyesalkan pengurus yang tidak mendaftarkan Persipura sehingga tidak bisa mewakili Indonesia di LCA," terang Bertho dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Senin (5/12/11).

"Ini sangat disayangkan karena Persipura bukan sekedar mewakili klub, tetapi juga sebagai perwakilan Indonesia. Dengan begini, tidak ada wakil Indonesia di LCA," terangnya.

Lebih lanjut, Bertho menjelaskan, PSSI diam-diam mengajukan Arema Indonesia dan Persija Jakarta versi Indonesian Premier League (IPL), untuk menggantikan posisi Persipura di LCA.

"AFC menolak karena memang tidak bisa diwakilkan. Dengan demikian, wakil dari Indonesia pun tidak ada," lanjutnya.

Bertho juga menyesalkan sikap PSSI yang mengklaim legalitas Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), meksi dalam pembentukannya ia nilai melanggar sejumlah peraturan PSSI sendiri.

"LPIS memang dibuat oleh pengurus resmi, tetapi harus dilihat, sesuai aturan atau tidak? Hal-hal semacam inilah yang selalu dijaga Persipura. Seandainya kebijakannya sesuai peraturan, teman-teman klub pasti ikut," ia menandaskan.

Menurutnya, PSSI selama ini menggembar-gemborkan pelanggaran yang dilakukan sejumlah klub anggota karena menyeberang ke Indonesia Super League (ISL), yang tak diakui PSSI. Padahal ada alasan mengapa klub-klub keberatan ikut dalam liga yang pesertanya membengkak dari 18 menjadi 24 klub itu.

"PSSI tidak pernah membahas alasan masuknya enam klub tersebut. Selain itu coba bayangkan dengan 24 klub dalam satu kompetisi. Berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan, berapa lama kompetisi akan berlangsung? Padahal katanya mau menghemat pengeluaran," jelasnya.

Persema Malang, Persibo Bojonegoro dan PSM Makassar yang musim lalu mengundurkan diri di pertengahan kompetisi, tetap diterima kembali ke kasta tertinggi kompetisi. Persebaya Surabaya dan PSMS Medan di kerek ke divisi teratas karena dianggap kota ikon dan pesanan sponsor.

Bontang FC, yang seharusnya degradasi, dipertahankan di kasta teratas dengan alasan Didzolimi pengurus lama, sekaligus merupakan tim degradasi terbaik.

Komentar

x