Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 02:29 WIB

KPSI Lakukan Kudeta Konstitusional kepada PSSI

Oleh : Arie Nugroho | Rabu, 28 Desember 2011 | 22:01 WIB
KPSI Lakukan Kudeta Konstitusional kepada PSSI
Djohar Arifin - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Tak lagi percaya terhadap PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) melakukan kudeta konstitusional terhadap PSSI.

Seperti diketahui, para Pengurus Provinsi PSSI (pengprov) pada tanggal 18 Desember lalu mengadakan Rapat Akbar Sepakbola Nasional.

Rapat tersebut menghasilkan lima butir keputusan, diantaranya menyatakan mosi tidak percaya terhadap PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin dan juga dibentuknya Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Hasil rapat tersebut kemudian dikirimkan kepada PSSI dan KPSI memberikan tenggat waktu hingga tanggal 23 Desember bagi PSSI untuk memberikan jawaban.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan usai, PSSI belum juga memberikan jawaban. KPSI kemudian memberikan tambahan waktu lima hari lagi bagi PSSI untuk memberikan jawaban.

Tetapi lagi-lagi, hingga batas waktu yang ditentukan berakhir, PSSI tetap bergeming. Oleh karenanya, melalui rapat penprov yang dihadiri 2/3 pemilik suara sah PSSI yang dihelat di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/12/2011), KPSI memutuskan untuk melakukan kudeta konstitusional terhadap PSSI.

"Lebih 2/3 anggota meminta PSSI menjawab tuntutan KLB, karena tidak dijawab, menurut Statuta, anggota itu sendiri yang menjalankan kongres," ujar Sekertaris Jendral KPSI Hinca Panjaitan.

"Dan sesuai RASN, anggota menyerahkan mandatnya kepada KPSI. Selain itu, KPSI juga bertugas menjalankan roda organisasi," sambungnya.

"Kami telah memberikan tenggat waktu hingga tanggal 28 Desember bagi PSSI untuk menjawab hasil RASN. Karena mereka tidak melaksanakan keingunan 2/3 anggota, maka ini yang kita lakukan."

"Kita hanya ingin menjelaskan kepada mereka bahwa jika suatu negara 2/3 rakyatnya menarik mandat, maka hancurlah negara itu."

"2/3 anggota pemilik suara sah PSSI yang hadir mencabut mandat kepada PSSI. Hal itu disebabkan karena mereka sudah lost credible kepada PSSI."

"Jadi sebut saja ini kudeta konstitusional karena kedaulatan penuh berada di tangan 2/3 anggota pemilik suara sah PSSI," tandasnya.

Komentar

x