Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 23:10 WIB

Djohar: Belum Ada Klub ISL yang Bergabung ke IPL

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Selasa, 10 Januari 2012 | 21:58 WIB
Djohar: Belum Ada Klub ISL yang Bergabung ke IPL
inilah.com/Ardhy Fernando
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Meski upayanya untuk mengajak klub-klub Indonesia Super League (ISL) bergabung ke Indonesian Premier League (IPL) tidak digubris, PSSI tak menyerah.

Klub-klub tersebut menilai kebijakan PSSI mengganti ISL dengan IPL menyalahi aturan. Selain itu, mereka juga menilai adanya upaya untuk mengakomodir kepentingan tertentu dalam proses perubahan kompetisi tersebut, sehingga mereka memilih menggulirkan sendiri ISL.

PSSI kukuh dengan keputusannya, namun organisasi sepak bola nasional tersebut tak bisa serta-merta mengacuhkan klub-klub tersebut. Pasalnya, klub yang bertahan di ISL adalah klub besar seperti Persipura Jayapura, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Persisam Samarinda hingga Mitra Kukar. Selain menjadi daya tarik komersial, pemain-pemain di klub tersebut juga menyuplai mayoritas skuad timnas, baik senior maupun U-23.

Berbagai upaya dilakukan PSSI untuk membawa klub-klub tersebut mulai dengan memberikan status ilegal dan menghilangkan hak pemain ISL membela timnas, pemberian hukuman degradasi hingga denda, namun klub tetap acuh.

"Surat FIFA kepada PSSI mengenai adanya kompetisi di luar PSSI, FIFA menyarankan untuk memberi tenggat waktu seminggu, kita beri dua minggu, tetapi sampai saat ini sudah lewat belum ada yang mau bergabung," ungkap ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin dalam jumpa pers, Selasa (10/1/12).

FIFA meminta PSSI untuk segera menyelesaikan masalah internalnya. Jika tidak, FIFA akan menganggap PSSI tidak mampu menangani anggotanya dan membahas masalah PSSI ke Rapat Komite Asosiasi FIFA 20 Maret mendatang.

"FIFA memerintahkan PSSI menghukum klub-klub yang tidak mau kembali, kalau tidak kita (PSSI) yang ditegur FIFA. Kita berharap agar masalah ini jangan sampai dimasukkan ke dalam Rapat Komite Asosiasi FIFA 20 Maret nanti," lanjut Djohar. "Hingga saat ini, kita terus menyampaikan laporan perkembangannya kepada FIFA."

PSSI tidak berusaha sendiri, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga turun tangan untuk mendinginkan suasana panas di badan sepak bola nasional tersebut.

"Kami menghargai prakarsa dari ketum KONI Tono Suratman atas usahanya mengislahkan (mendamaikan), kita tunggu saja hasilnya," jelasnya.

Ketua umum juga tidak menutup kemungkinan peluang tatap muka secara langsung antara klub-klub tersebut dengan pengurus teras PSSI, yang hingga kini belum juga terlaksana. "Ada kemungkinan bertemu dengan klub-klub ISL. Semua kita coba," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ketua umum juga menjelaskan bahwa PSSI Pusat telah meminta pengurus PSSI Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur untuk menunjuk pelaksana tugas ketua umum dalam jangka waktu satu pekan.

Sebelumnya, PSSI memecat dua anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mattallitti dan Toni Aprilani, yang juga menjabat sebagai ketua umum pengprov Jatim dan Jabar, karena pelanggaran etika.

"Besok kami akan menyurati pengprov Jabar dan Jatim untuk segera angkat pelaksana tugas (Plt) selambatnya satu minggu. Jika tidak, sesuai peraturan yang ada kami yang akan mengangkat Plt," terang ketum.

Sebelumnya, ketum sudah menunjuk wakilnya Farid Rahman dan Komite Eksekutif Bob Hippy untuk menjadi Plt ketum pengprov Jabar dan Jatim, namun ternyata tenaga mereka masih dibutuhkan di kantor PSSI Pusat.

"Tetapi di PSSI ada 17 komite, sementara Komeks (Komite Eksekutif) kita tinggal lima, jadi tidak jadi," papar Djohar.

Komentar

Embed Widget
x