Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 7 Juli 2015 | 09:29 WIB
Hide Ads

Menolak KLB

Toni Apriliani Bantah Jawa Barat Terpecah

Oleh : Anry Dhanniary | Rabu, 18 Januari 2012 | 20:01 WIB
Toni Apriliani Bantah Jawa Barat Terpecah
Toni Apriliani - bola.net

INILAH.COM, Jakarta -Kekompakan Jawa Barat sedang diuji setelah beberapa pengurus cabangnya menolak Kongres Luar Biasa (KLB). Namun mantan ketua Pengprov Jabar Toni Apriliani membantah hal tersebut

Rabu siang (18/1/12) kantor PSSI disambangi sekitar 40 perwakilan Divisi 1, 2 dan 3 asal Jawa Barat serta Pengurus PSSI Provinsi Jawa Barat. Mereka datang untuk menegaskan dukungan mereka terhadap kepengurusan saat ini. Bahkan mereka menolak tegas digelarnya KLB tersebut.

Namun ketua Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) Toni Apriliani, yang juga menjabat sebagai ketua Pengprov Jawa Barat sebelum dipecat PSSI karena sikapnya yang berlawanan, menegaskan kalau hal tersebut hanya akal-akalan saja.

"Saya tidak tahu jumlah itu dari mana saja. Kalau tidak salah Kabupaten Kota ada 26, 16 Kabupaten dan 10 Kota, dan barusan saya hubungi mereka. Mereka secara tegas tidak pernah melakukan hal tersebut," ujar Toni Apriliani di kantor KPSI.

"Mereka masih menegaskan bahwa Jawa Barat berada dibelakang KPSI dan terus mendukung langkah yang saya anggap benar ini," tuturnya.



Toni menilai ini hanya sebuah langkah PSSI untuk menghambat keinginan anggotanya untuk menggelar KLB. "Ini indikasi upaya pencitraan untuk penggembosan KPSI," nilainya.

"Saya tadi melihat ada beberapa orang yang saya kenal, dan saya tegaskan kalau mereka bukanlah decision maker di pengcab dan klub-klub tersebut," tegas Toni.

Sebelumnya KPSI mengklaim mereka telah mendapat mandat lebih dari 2/3 anggota PSSI untuk menggelar KLB dan, berpatokan pada Statuta, PSSI wajib melakukannya.

Namun menurut hasil verifikasi yang dilakukan PSSI, jumlah mereka tidak sampai 2/3 sehingga KLB tak dapat dilakukan.[yob]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.