INILAH.COM, Zurich - FIFA menyumbangkan bantuan sebesar 250 ribu dollar US (Rp2,23 miliar) bagi para keluarga korban kerusuhan di pertandingan Al-Masry melawan Al-Ahly.
Sebanyak 74 orang dinyatakan tewas dalam kerusuhan di pertandingan antara tuan rumah Al-Masry melawan Al Ahly di Stadion Port Said, Mesir, Rabu (1/2/2012).
Kejadian tragis itu bermula ketika para pendukung Al-Ahly yang merasa tidak puas dengan kekalahan yang diterima tim kesayangannya menyerbu masuk ke dalam lapangan beberapa saat setelah laga usai.
Para suporter Al-Ahli membentangkan spanduk besar yang berisi penghinaan terhadap Al-Masry. Hal itu menyulut emosi pendukung tuan rumah, yang akhirnya terpancing turun ke lapangan dan menyerang pendukung Al-Ahli.
Sebagian besar korban meninggal dunia dalam insiden tersebut karena tergencet pendukung lain yang panik. Sebagian lagi disebabkan karena terjatuh dari tribun.
Pihak keamanan kemudian mendatangkan helikopter untuk mengangkut para pemain tim Al-Ahli dan sebagian fans mereka untuk meninggalkan Port Said. Para suporter yang terluka juga dikirim ke rumah sakit militer.
"Setelah kejadian tragis itu terjadi, saya mengatakan bahwa kejadian ini adalah hari kelam bagi dunia sepakbola," ujar Presiden FIFA Sepp Blatter sebagaimana dilansir situs resmi FIFA.
"Saya masih sangat terkejut dengan kejadian itu. Banyak korban masih sangat muda. Mereka juga merupakan tulang punggung keluarga. Jadi, para keluarga korban membutuhkan pertolongan."
"Komunitas sepaknola, termasuk FIFA, harus memberkan bantuan terhadap semua keluarga orang Mesir yang menjadi korban," tandasnya.
Perdana Menter Mesir, Kamal al-Ganzouri, juga mengaku dirinya sangat terpukul dengan kejadian tragis tersebut.