Kamis, 17 Mei 2012 | 08:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tim Nasional Indonesia
Menpora: Tidak Diskriminasi, PSSI Harus Akui ISL
Headline
Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Anry Dhanniary
Bola - Rabu, 8 Februari 2012 | 12:17 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sekali lagi Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, meminta pemilihan pemain tim nasional Indonesia tidak boleh bersifat diskriminatif.

Seperti yang diketahui sebelumnya, saat ini tengah terjadi dualime kompetisi yang bermuara pada pecahnya kepengurusan baru PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin.

Karena dualisme tersebut pula, PSSI akhirnya mencekal seluruh pemain yang berkecimpung di Indonesia Super League (ISL). PSSI berdalih, hanya mengikuti aturan FIFA dan AFC yang hanya mengakui pemain yang berlaga di kompetisi resmi besutan PSSI, yaitu Indonesia Premier League (IPL).

Dengan keputusan tersebut, bukan hanya pemain veteran seperti Cristian Gonzales dan Bambang Pamungkas yang absen membela timnas. Begitu juga para pemain muda yang bersinar di SEA Games XVII September lalu.

Nama-nama seperti Titus Bonai, Egi Melgiansyah, Patrich Wanggai sampai Okto Maniani juga dipastikan tidak bisa memakai lambang Garuda, karena mereka semua tercatat sebagai pemain dalam klub ISL.

Menpora mengimbau agar dua kubu yang saling berseberangan segera melakukan rekonsiliasi. Sebagai langkah kongkret dia mengharapkan agar PSSI segera mengakui dua kompetisi tersebut sehingga tidak harus mengorbankan pemain serta timnas.

"Pemerintah masih konsisten dengan mengatakan semua warga negara Indonesia boleh bermain dalam tim nasional. Tidak memandang suku, ras maupun hal lainnya," tutur Andi, saat menghadiri Rapat Kerja Menpora dan KONI bersama Komisi X DPR, Selasa malam WIB (7/2/2012).

"Ini masalah perbedaan inteprestasi tentang aturan itu. Coba kalau dua kompetisi diakui PSSI, ISL jalan dan IPL juga jalan, lalu akhir musim dibuat format baru. Begitu dua-duanya diakui, semua pemain bisa kembali bermain di timnas. Kita sudah harus berhenti mengurusi pengurus dan mulai bangun sepakbola. Semua maunya rekonsiliasi," ujar Andi.

Soal Kongres Tahunan PSSI 18 Maret mendatang, Andi mengaku masih mengupayakan mediasi dengan pihak-pihak terkait. "Mediasi tengah diupayakan. Semoga mendapatkan hasil sehingga pada kongres tahunan itu bisa mendapatkan win win solution."

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
reano
Kamis, 9 Februari 2012 | 05:43 WIB
jangan dengar ocehan menpora karena AM terlibat!!!!
mustafa sink
Kamis, 9 Februari 2012 | 00:12 WIB
udah terlanjur rusak sepakbola, baru bertindak menegpora,udah terlambat broo..
rosid mardani
Rabu, 8 Februari 2012 | 18:59 WIB
Terkait dengan pelaksanaan kongres tahunan 18 maret, terlalu arogan kalau menegpora masih akan mencari jalan agar ada "win - win solutions" dalam kemelut PSSI. Sebagai seorang negarawan seharusnya menegpora taat asaz dan berpedoman pada konstitusi organisasi dan mendorong agar semua yang terlibat silang sengkarut PSSI amanah menjalankan hasil kongres Bali 2011. Bukanlah solusi kalau PSSI tidak berjalan pada aturan organisasi dan garis kebijakan organisasi yang secara kolektif diputuskan dengan mekanisme organisasi.Sebagai negarawan dan pejabat publik yang membidangi olahraga mestinya menegpora mendesak penyelesaian kemelut di PSSI dengan mengembalikan organisasi berjalan pada aturan yang berlaku dan tidak dengan win win solution. Kalau itu yang didorong, maka obyektifitas seorang kemengpora perlu dipertanyakan. Dalam persoalan ini kemengpora harus obyektif betul menyikapinya dan tidak boleh terjebak pada sebuah keberpihakan atau bahkan kepentingan
rusmanto kopral
Rabu, 8 Februari 2012 | 12:59 WIB
Ni Menpora org gmna, tak mungkin ada 2 kompetisi, hrs 1. IPL pa ISL, klo yg bermutu ISL, klo tarkaman IPL
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.