INILAH.COM, Jakarta - Timnas Indonesia U-21 harus mengakui keunggulan klub Korea Selatan, Hyundai Mipo Dockyard, pada laga persahabatan. Kekurangan dalam tubuh 'Garuda Muda' pun terkuak.
Pada laga persabatan yang berlangsung hari Jumat malam (10/2/2012) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Andik Vermansyah dkk kalah 2-0 dari Hyundai Mipo. Timnas U-21 tampil kurang menggigit dan pola serangan sering mandek di lini pertahanan lawan.
Kekurangan ini pun tercium oleh pelatih kepala timnas U-21, Widodo Cahyono Putro, yang menilai 'Garuda Muda' masih punya kekurangan yang harus diperbaiki sebelum bermain di Sultan Hassanal Bolkiah Trofi akhir Februari mendatang. Evaluasi menyeluruh pun akan segera dilakukan.
"Terimakasih kepada para pemain yang telah berjuang," buka Widodo usai laga. "Pertandingan ini sangat bagus buat tim kita, karena dari awal kita uji coba belum pernah melawan tim yang berada di atas kita."
"Uji coba ini bagus sekali, kita dapat semua. Atmosfer pertandingan, atmosfer tekanan, ini bagus untuk evaluasi. Selama ini kita belum mendapat tekanan seperti ini," kata eks asisten Rahmad Darmawan di timans U-23 SEA Games lalu itu.
"Kekurangan yang pertama, transisi dari menyerang ke bertahan. Pemain masih terpaku melihat bola, tidak melihat pergerakan lawan. Lalu possession, kami sering kehilangan bola," jelas Widodo.
"Pengertian pemain terhadap lawan juga kurang. Dengan lawan tinggi, kita masih main bola tinggi. Mungkin karena tertekan sehingga kami kesulitan kembangkan permainan," lanjutnya.
Setelah menghadapi Hyundai Mipo, timnas U-21 dijadwalkan menggelar dua kali lagi latih tanding sebelum berangkat ke Brunei Darussalam.
"Nanti kita coba lawan Bantul sekali lagi, supaya ada atmosfer bertanding, tanggal 15. Satu lagi lawan tim yang lemah, masih kita cari, tanggal 18 di Batu," pungkas Widodo.