INILAH.COM, Malang - Arema Indonesia menyesalkan kegagalan merebut poin penuh saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (19/8/12), dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL).
Arema unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri Precious Emujeraye, namun Persija mampu memaksakan hasil imbang 1-1 hingga laga usai, lewat tandukan Pedro Javier.
“Kami sedih dengan hasil ini,” ungkap pelatih Arema, Joko Susilo pada jumpa pers usai laga.
Dengan berbesar hati, Joko mengambil beban kekalahan ini dan meletakkannya di pundak sendiri. Menurut Joko, hasil ini bukan tanggung jawab pemain, melainkan tanggung jawab yang harusia pikul sendiri.
“Kami sedih. Kami menangis dengan hasil seri ini. Maaf jika kami tidak bisa memberikan poin maksimal,” tegas Joko.
Joko juga meminta maaf kepada Aremania, yang sudah membirukan Stadion Kanjuruhan dan memberikan dukungan total kepada tim kesayangan mereka sepanjang 90 menit.
"Aremania sudah jauh-jauh datang dan memenuhi stadion. Tapi, hasilnya seri. Maaf Aremania," paparnya.
Banyaknya pemain yang cedera, diakui Joko, membuat kualitas timnya menurun. Pemain pilar seperti Boy Jati Asmara, Rodrigo Santoni dan juga Dicky Firasat tidak bisa diturunkan karena cedera.
“Dicky masih cedera. Begitu juga dengan Rodrigo dan Boy. Sepanjang pertandingan, para pemain juga mengalami masalah pada otot kaki. Terutama Marcio,’ bebernya.
Meski demikian, ia tidak mau menjadikannya sebagai alasan. “Yang pasti, hasil seri ini menjadi tanggung jawab saya,” pungkasnya.[beritajatim/yob]