INILAH.COM, Jakarta - Persipura Jayapura memiliki kesempatan untuk mencuri tiket putaran final Liga Champions Asia (LCA) setelah Adelaide United menggunakan pemain ilegal.
Namun 'Mutiara Hitam' lebih menyerahkan segalanya pada Konfederasi Sepak bola Asia (AFC). "Manajemen sudah sampaikan hal tersebut (penggunaan pemain ilegal) pada kami, tim pelatih. Tapi, semuanya masih diselidiki AFC," ujar pelatih kepala Persipura, Jacksen F Tiago, ketika dihubungi wartawan.
Persipura menghadapi Adelaide United dalam laga play-off LCA 16 Februari lalu dimana wakil Indonesia itu harus bertekuk lutut 3-0 pada laga yang digelar di Australia itu. Namun efek dari pertandingan itu berbuntut panjang.
Adelaide terancam kehilangan tempatnya di fase grup setelah menurunkan Cassio Oliviera pada pertandingan kontra Persipura. Pemain Brasil itu seharusnya masih terganjal sanksi karena mendapat kartu merah saat laga terakhir Adelaide pada LCA 2010 melawan Jeonbuk Motors pada babak 16 besar.
Meski mendapat angin segar, Jacksen mengaku tidak ingin berharap lebih dan akan menyerahkan segalanya sesuai peraturan AFC.
"Kalau soal hukuman, bukan pantas atau tidak pantas. Sebab dalam sepakbola Internasional kami harus mengikuti semua aturan yang berlaku," tambah Jacksen.
"Kalau memang ada pelanggaran, pasti ada pertimbangan dari AFC. Apakah nanti akan digelar partai ulangan atau diskualifikasi," katanya.
Jika benar diberikan partai ulangan, Jacksen akan sangat bersyukur dan berjanji akan memberikan perlawanan lebih pada laga tersebut.
Pada laga playoff kemarin memang waktu persiapan Persipura sangat minim, karena keputusan sela yang dikeluarkan Court of Arbitration for Sport (CAS), yang memenangkan gugatan klub Papua itu untuk berlaga di LCA, hanya beberapa hari sebelum laga digelar.[yob]