INILAH.COM, London - Meski masih berada dalam suasana gembira usai meraih gelar Liga Champions, nyatanya Fernando Torres merasa tak nyaman berada di Stamford Bridge. Mengapa demikian?
Sebelum bergabung dengan Chelsea, pria bernama lengkap Fernando Jose Torres Sanz adalah sosok striker haus gol yang sangat disegani oleh lawan.
Sedikitnya 82 gol sudah dibukukan Il Nino saat masih di Atletico Madrid dalam 214 penampilan, sedangkan dalam 102 laga ketika berseragam Liverpool, Torres sudah menyumbang 65 gol.
Di kancah internasional bersama Timnas Spanyol pun nama Torres cukup harum dengan torehan 27 gol dari 91 kali pertandingan.
Namun, sejak memutuskan untuk hijrah ke Chelsea denga rekor transfer fantastis (50 juta pounds), produktivitas bomber berusia 28 tahun itu malah menurun.
Wajar saja jika hal itu terjadi, sebab terkait erat dengan minimnya kesempatan bermain yang diperolehnya. Hingga kini, pemilik nomor punggung 9 itu tercatat baru membuat 7 gol dari 46 kali pertandingan dalam kurun dua musim.
Hal inilah yang membuatnya mulai gerah berada di London, bahkan ia secara terbuka menyatakan jika ini adalah momen terburuk sepanjang karir profesionalnya.
"Musim ini saya merasakan hal yang belum pernah saya alami dan duga sebelumnya. Saya merasa mereka tidak memperlakukan seperti yang mereka sampaikan waktu berusaha merekrut saya," keluh Torres seperti dilansir Reuters, Minggu (20/5).
"Kami sudah cukup banyak berdiskusi, dan pada akhir musim kami akan berbicara mengenai apa yang akan terjadi pada masa depan saya, sebab musim ini saya tidak diberi peran penting dan jelas saya kecewa," lanjutnya lagi.
"Sekarang saya merasakan betul bahwa (bertahan) di sepakbola butuh perjuangan, namun saya mengalami masa yang buruk, bahkan yang terburuk dalam karir saya. Saya tak mau ini terjadi lagi." pungkasnya.
Hingga kini, belum jelas klub mana yang akan dituju jika kelak Torres benar-benar memutuskan hengkang. Tapi dengan pengalaman yang dimiliki, tentu saja masih banyak klub papan atas Eropa yang berminat untuk memboyongnya.[yob]