INILAH.COM, Jakarta - Setelah dua kubu PSSI yang sebelumnya berseteru menandatangani nota kesepahaman, tim Taskforce AFC meminta PSSI untuk segera menggelar Kongres.
Kongres tersebut akan dirumuskan oleh sebuah joint committee yang terdiri dari empat orang dari PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dan empat orang dari kubu KPSI pimpinan La Nyalla Matalitti.
Kongres yang rencananya bakal digelar September 2012 mendatang itu disepakati akan menyelesaikan beberapa masalah di PSSI seperti soal Statuta, dualisme kompetisi antara Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (IPL), serta persoalan kepengurusan PSSI.
Terkait persoalan pergantian pengurus dalam kongres PSSI, masing-masing kubu PSSI dan KPSI memiliki perbedaan penafsiran. Jika kubu KPSI mengatakan kongres tersebut memungkinkan untuk pergantian pengurus, sebaliknya dari kubu PSSI menyangkal.
Sikap para pengelola klub, seperti Persipura Jayapura, terhadap hal itu akhirnya hanya pasif menunggu. Saat ditanya mengenai pergantian pengurus di kongres, Ketua Harian Persipura, La Siya, menjawab diplomatis.
"Biarkan saja seperti air mengalir dari hulu hingga ke hilir, nanti juga akan bertemu muaranya," ujar La Siya menjawab dengan perumpamaan saat berbincang dengan INILAH.COM, Kamis (14/6/2012).
La Siya mengakui Kongres PSSI tersebut sangat penting dan mendesak untuk menyelesaikan banyak persoalan di dunia persepakbolaan tanah air. Tapi terkait kepengurusan, dia berkilah masih perlu mengkajinya. "Pokoknya seperti air mengalir saja," tukasnya.[yob]