INILAH.COM, London - Sebagai seorang pelatih, membangun sebuah tim adalah tugas utamanya. Arsenal punya seorang Arsene Wenger yang sudah sejak 1996 menjadi juru racik 'The Gunners'.
Kerja kerasnya membangun sebuah tim biasa menjadi luar biasa kontan menuai decak kagum dari publik sepak bola. Julukan 'The Professor' pun dialamatkan kepada pria Prancis tersebut karena kemampuannya memoles potensi para pemain muda.
Namun, fenomena yang terjadi belakangan, ketika pemain didikannya sudah menjadi bintang, sederet klub selalu berusaha membajaknya.
Hal itu ternyata membuat Wenger merasa kesal dan sempat melayangkan sindiran kepada dua klub yang dianggapnya paling berperan merusak kerja kerasnya, Barcelona dan Manchester City.
"Terkadang klub-klub (pesaing) berusaha merusak kerja keras saya. Saya sudah kehilangan Nasri, Clichy dan Fabregas ketika mereka sedang dalam masa keemasannya dan sangat berarti bagi Arsenal," keluh Arsene Wenger seperti dilansir Marca.
Tak sedikit pendukung 'Gudang Peluru' yang menyesali kebijakan klub London Utara melepas beberapa pemain andalannya.
Tapi keputusan itu dibiarkan oleh Wenger, karena sang pelatih lebih suka mendidik potensi muda ketimbang membeli pemain yang sudah jadi.
"Saya bisa saja menerima tawaran melatih klub yang bersedia memberi dana belanja sepuluh kali lebih besar dari Arsenal. Tapi perlu diingat bahwa saya sudah berada di sini selama 16 tahun dan saya bertahan karena prinsip dan visi saya," tegas pelatih berusia 62 tahun tersebut.[yob]