INILAH.COM, Jakarta - Keputusan untuk memilih pemain Timnas tidak terkait Joint Committee (JC).
Demikian ditegaskan Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong menyikapi perbedaan penafsiran antara kubu PSSI Pimpinan Djohar Arifin dan La Nyalla Matalitti.
Menurut Limbong, JC sebaiknya tetap berjalan dengan empat poin kesepakatan yang sebelumnya disepakati dihadapan Tim Taskforce AFC.
"Tapi yang jelas timnas tidak ada kaitannya dengan joint commite. Kalo ada kaitannya masa timnas harus bubar dong," ujar Limbong di kantor PSSI, Jumat (20/7/2012).
"Kalau joint committeenya mandeg, timnas juga mandeg. Nggak boleh dong," imbuhnya.
Namun, Limbong berkilah pernyataannya itu dimaksudkan menyindir kinerja JC yang hingga kini baru sekali bertemu.
"Tapi saya juga mendukung JC, dan kita harus berbuat untuk kemajuan sepak bola," kilahnya.
Sebelumnya Limbong berharap pemain Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (IPL) bisa bergabung dalam beberapa laga eksibisi melawan klub papan tengah Liga Inggris, Everton dalam turnamen segi empat bertajuk Java Cup, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (26/7/2012).
Java Cup adalah turnamen segi empat antara dua klub Eropa, Everton dan Galatasaray, serta Timnas Indonesia dan Timnas Malaysia.
Pelatih Timnas U-22 Aji Santoso menyebutkan bahwa pemain yang terpilih untuk melawan Everton terdiri dari separuh pemain junior dan separuh lagi pemain senior.
Para pemain Timnas itu akan mulai berlatih di lapangan ABC, Senin (23/7/2012).[iaf]