INILAH.COM, Gresik - Lolos dari jurang degradasi Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 tak membuat pengurus dan manajemen Persegres Gresik sudah puas. Namun, dari balik itu semua ada riak kecil yang harus menjadi bahan evaluasi buat Persegres di musim mendatang.
Salah satunya adalah tidak harmonisnya pelatih kepala Djoko Susilo dengan kedua asisten pelatihnya. Ketidakharmonisan ini terjadi saat Persegres akan menjalani laga play off melawan PSIM di Palembang.
"Saya harus buka-bukaan sebelum laporan pertanggungjawaban diserahkan ke Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto selaku General Manager malam ini," katanya kepada wartawan, Selasa (24/07/2012).
Menurut Djoko Susilo, akibat adanya ketidakharmonisan ini, kedua asistennya yakni AJ dan MS malah tidak mendukung keberadaan dirinya di tim Persegres. Bahkan, AJ dengan seenaknya menghina dirinya dengan membuat tulisan di profil Blackberry Messenger (BBM) dengan kalimat 'GR2 DJS Ketinggalan Pesawat' serta 'DJS Nongkrong Nikmati Hidup' dengan gambar orang sedang buang air besar tanpa busana.
Diakui Djoko Susilo, dua asisten itu sebetulnya sejak dirinya menangani Persegres sudah antipati. Sebab, selain tidak mendukung program selama latihan, keduanya juga dianggap kurang komunikasi.
"Khusus AJ jika sampai 1X24 jam tidak segera meminta ma'af, saya akan laporkan ke polisi karena ranahnya sudah masuk ke penghinaan dan pencemaran nama orang," tuturnya.
Selain akan dilaporkan ke polisi, lanjut Djoko Susilo, kasus ini juga akan disampaikan ke Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI). "APSI juga akan saya lapori soal kasus penghinaan ini," tandasnya.
Sementara menyikapi kasus ini, AJ selaku asisten pelatih Persegres menuturkan, dirinya memang sekedar iseng menulis uneg-uneg-nya di profil BBM karena pada saat itu sedang emosi karena ketinggalan pesawat. "Saya segera meminta ma'af ke mas Djoko Susilo dan berharap kasusnya tidak diperpanjang lagi," ungkapnya. [beritajatim]