INILAH.COM, Jakarta - Menyikapi mandegnya jadwal pertemuan, anggota Joint Committee dari kubu PSSI versi La Nyalla Mahmud Mattalitti akan segera mengajukan position paper kepada Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC).
Diungkapkan oleh CEO PT Liga Indonesia Joko Driono, yang juga salah seorang anggota JC, hal itu dilakukan sebagai bentuk ketegasan sikap atau rekomendasi hasil pembahasan nota kesepahaman (MoU) yang dibuat PSSI dihadapan AFC, 7 Juni silam.
Menurutnya, langkah itu terpaksa ditempuh sebagai cara untuk menyiapkan tahapan proses dari pembahasan MoU di rapat Joint Committee supaya lebih menjanjikan.
"Proses pembahasan MoU dalam rapat JC terasa lambat dan kurang menjanjikan. Ini karena JC terdiri dari dua PSSI yang berbeda, maka kami dari anggota JC versi La Nyalla telah menyiapkan tahapan proses yang lebih menjanjikan supaya semua proses bisa berakhir baik," ujar Jodri, Minggu (5/8/2012).
Jodri mengatakan dirinya bersama anggota JC yang lain, Djamal Aziz, Hinca Panjaitan, dan Togar Manahan Nero, akan menyelesaikan position paper tersebut 8 atau 10 Agustus ini.
“Dari situ kita berharap serta meminta kepada Joint Committee dan Task Force AFC untuk melakukan rapat pleno dan melakukan pembahasan pada 27 atau 29 Agustus,” ia menerangkan.
Dia berharap, jika postion paper telah disampaikan, maka diharapkan JC akan merilis position paper serta memastikan kepada anggota JC mengenai hasil akhir mengenai pembahasan MoU.
"Dengan adanya position paper, membuat rapat JC lebih efektif dan harapannya untuk membawa position paper menjadi jawaban akhir dari JC," katanya menutup.[yob]