INILAH.COM, Jakarta - Menpora Andi Malarangeng diminta tak perlu merisaukan wacana pembentukan Timnas oleh PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Matalitti.
Sebelumnya, macetnya pertemuan Joint Committee membuat PSSI versi Kongres Luar Biasa (KLB) pimpinan La Nyalla Matalitti membentuk Timnas yang berbeda dari yang selama ini dikelola PSSI pimpinan Djohar Arifin. Menanggapi itu, Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng meminta agar Timnas tidak boleh ada dua.
Namun, Komite Eksekutif PSSI hasil KLB Ancol La Siya meminta Menpora untuk tidak risau dengan pembentukan Timnas oleh PSSI hasil KLB Ancol.
“Pernyataan Pak Menteri benar, tapi kalau Timnas ditangani oleh Joint Committee. Kalau Djohar membentuk sendiri, ya kita juga membentuk sendiri. Karena tidak mungkin klub-klub ISL yang telah memosi dan mengganti Djohar, bergabung dengan Timnas bentukan Djohar," ujar La Siya dalam rilisnya kepada wartawan, Jumat (10/8/2012) malam.
La Siya, yang juga Ketua Harian Persipura Jayapura itu, mengakui jika persoalan Timnas tersebut bisa dikelola oleh Joint Committee. Namun, karena kubu PSSI Djohar Arifin berpendapat JC tidak mengelola Timnas, terpaksa ide membentuk Timnas tandingan dilakukan.
"Jadi logikanya jangan dibolak-balik. Giliran Djohar bikin apa saja semaunya sendiri dianggap benar. Djohar keliling membekukan Pengprov dianggap benar. Joint Committee dikatakan tidak menangani Timnas. Sekarang giliran kita bikin Timnas, semua galau. Ini logika kita sudah terbalik semua,” katanya.
Setelah ada dua Timnas, La Siya meminta Menpora bersikap adil dan tidak memihak kepada salah satunya.
"Jadi, sebaiknya Menpora melihat dengan jernih dan tanpa memihak. Sehingga krisis ini dapat segera berakhir di Kongres PSSI nanti," katanya menandaskan.[yob]