INILAH.COM, Roma - Karena dihukum dilarang bertanding selama tiga tahun, Emanuele Pesoli sengaja merantai dirinya di gerbang markas Federasi Sepakbola Italia (FIGC).
Mantan bek tengah Siena itu dinyatakan bersalah melakukan pengaturan skor, Jumat (10/8/2012) kemaren dalam sidang skandal Scommessopoli. Selain merantai dirinya, Pesoli juga melakukan mogok makan sebagai bentuk protes terhadap hukuman itu.
Pria 31 tahun, yang baru saja bergabung dengan klub Serie B, Verona, pada tanggal 21 Juli lalu sempat menuntut untuk bertatap muka dengan saksi kunci Carlo Gervasoni dan Filippo Carobbio. Hingga hukuman dijatuhkan, dia tak sempat berkonfrontasi dengan pasangan saksi kunci itu di pengadilan.
"Saya ingin konfrontasi di pengadilan atas ketidakadilan ini sehingga saya bisa membela diri dengan baik," kata Pesoli seperti dilansir Gazzetta dello Sport.
"Satunya kesalahan saya adalah menjawab panggilan telepon saat mereka meminta saya untuk mengatur skor permainan. Padahal saya bilang tidak! Aku tidak bersalah dan saya akan membuktikannya," tegasnya.
"Ini adalah protes keras, mereka menghancurkan hidupku untuk sesuatu yang tidak kulakukan. Sebelum aku dipaksa untuk menyerah dari sepak bola, aku ingin berjuang dengan segala kekuatan yang kumiliki.
"Saya akan menunggu di sini untuk kemurahan hati pengurus FIGC, mudah-mudahan Presiden Giancarlo Abete," katanya.
Hukuman yang dijatuhkan pada Pesoli terjadi pada kasus yang sama dengan yang menimpa pelatih Juventus Antonio Conte. Pria yang musim lalu membawa Juve scudetto, mendapat sanksi larangan mengikuti pertandingan selama 10 bulan akibat tidak melaporkan pengaturan pertandingan saat dia masih menjabat pelatih Siena.