Minggu, 19 Mei 2013 | 12:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
KONI Pusat Bergerak, Jabar Batal Didiskualifikasi
Headline
IST
Oleh: Boy Leonard Pasaribu
Bola - Kamis, 13 September 2012 | 01:53 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Riau - Tim Sepak bola PON Jawa Barat bakal lolos dari sanksi diskualifikasi setelah KONI Pusat turun tangan. Imbasnya, peluang tim sepak bola Jawa Timur semakin tipis.

Sebelumnya, akibat konflik dualisme organisasi PSSI, Jabar mengirimkan dua tim sepak bola dan Futsal untuk PON. Satu tim dipimpin Bambang Sukowiyono, pelaksana tugas ketua pengurus PSSI provinsi (pengprov) Jabar, satu lagi pimpinan Toni Aprilani, yang dilengserkan dan diganti Bambang.

Sejatinya, masalah ini sudah dituntaskan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), sebelum PON dimulai. BAORI memenangkan kubu Toni, namun tidak dapat diterima kubu Bambang.

PB PON lewat Dewan Hakim PB PON akhirnya mengambil jalan tengah, memutuskan Toni sebagai manajer memimpin tim bentukan Bambang Sukowiyono. Kedua pihak sama-sama tak setuju. Toni meminta keputusan BAORI dilaksanakan sepenuhnya, sementara kubu Bambang nekat mencantumkan nama manajernya, Dan Rizawardana, memimpin klub bentukannya, baik di cabang sepak bola maupun futsal.

Sikap ini membuat tim Jabar nyaris didiskualifikasi. Beruntung, KONI Pusat akhirnya turun tangan.

"Masalah tim sepakbola dan futsal Jabar tergolong masalah besar. KONI Pusat turun tangan untuk menyelesaikannya. Hasilnya, Jabar tidak didiskualifikasi," tegas Satar.

Ketua Dewan Hakim PB PON, Sudirman, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa ketua umum KONI, Tono Suratman, akhirnya turun tangan langsung menangani polemik ini.

"Pak Tono berpikir secara strategis dan indikatornya pun terukur. Ada fakta jika keputusan Dewan Hakim sudah dijalankan, yaitu surat tugas KONI Jabar yang menunjuk Toni jadi tim manajer tim sepakbola dan futsal Jabar. Toni pun menyatakan siap menjalankan tugas itu," katanya.

Namun Toni membantah pernyataan Sudirman. Ia menduga KONI Jabar, yang mendukung kubu Bambang, sengaja menahan surat tersebut dan memberikan keterangan palsu kepada PB PON.

“Itu surat penting. Jika surat penting, pasti ada tanda terimanya. Kasih ke saya buktinya jika mereka sudah kirim surat tugas itu. Sampai sekarang, saya tidak pernah terima surat dari KONI Jabar,” beber Toni.

Dengan keputusan ini, tim sepak bola Jawa Timur, yang berada di posisi ketiga klasemen Grup B putaran pertama, batal melaju ke putaran kedua. Jika keputusan Dewan Hakim tidak dianulir, Jatim otomatis menggantikan Jabar dengan status runner up.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.