Sabtu, 25 Oktober 2014 | 06:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PSSI Harus Gelar Kongres Sebelum Akhir Tahun
Headline
inilah.com
Oleh: Boy Leonard Pasaribu
Bola - Jumat, 28 September 2012 | 15:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PSSI diminta untuk melakukan dua Kongres sebelum akhir tahun ini. Yang pertama adalah Kongres Luar Biasa (KLB) dan lainnya adalah Kongres Biasa (KB).

Lewat Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati beberapa bulan lalu, KPSI dan PSSI harus melakukan Kongres untuk menyelesaikan kisruh organisasi yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebelum kongres dilaksanakan, forum Joint Committee (JC) PSSI yang diprakarsai oleh AFC (Konfederasi Sepak bola Asia) menyusun persiapan menuju kongres.

Menurut anggota JC, Hinca Pandjaitan, mengacu pada peraturan organisasi PSSI, ada dua kongres yang harus dilaksanakan, yakni KB dan KLB.

KB merupakan kongres rutin yang wajib diadakan setiap setahun sekali, sementara KLB digelar untuk membahas hal-hal krusial dalam organisasi yang tidak bisa diselesaikan oleh jajaran pengurus tinggi, seperti ketua umum PSSI dan komite eksekutif.

Pada masa krisis di tahun 2011, PSSI belum menggelar KB. Organisasi sepak bola nasional ini hanya menggelar KLB di Solo, yang akhirnya memunculkan ketua umum Djohar Arifin Husin pada Juli 2011. Sejak berkuasa, Djohar baru sekali melakukan Kongres, yakni pada Maret 2012.

“Istilahnya, kongres yang dilakukan PSSI pada Maret 2012 lalu itu untuk membayar utang kongres tahunan 2011. Jadi, pada 2012 PSSI belum menggelar kongres. Itulah yang diminta AFC dan tidak pernah disinggung PSSI,” kata Hinca saat jumpa wartawan di kantor Liga, Kuningan, Jakarta, Kamis (27/9).

Sedangkan KLB perlu digelar untuk membahas revisi statuta PSSI dan format penyatuan liga. Menurut Hinca, PSSI lebih baik menggelar KLB lebih dulu sebelum mengadakan KB.

“KLB mestinya didahulukan karena membahas aturan-aturan dalam Statuta. Begitu aturan selesai, baru membahas yang lain dan itu ada pada kongres biasa,” katanya.

Dualisme organisasi menjadi pelik karena akhirnya merembet kepada dualisme anggota pemilik suara. Klub-klub terbelah menjadi dua, seperti Arema Indonesia, Persija Jakarta, PSMS Medan dan Persebaya Surabaya. Masing-masing berpihak kepada KPSI dan PSSI. Djohar kemudian juga memecat sejumlah ketua pengurus PSSI tingkat provinsi (pengprov) yang berpihak kepada KPSI dan menunjuk pejabat sementara dari pihaknya.

Perihal perwakilan pemilik suara sah ini juga menjadi salah satu polemik. Namun menurut Hinca, hal itu harus diselesaikan dengan cara mengacu kepada peserta KLB Solo, yang saat itu belum muncul dualisme.

“Peserta kongres tetap pemilik suara KLB Solo. Jadi, PSSI harus segera memverifikasi. Waktu sudah mepet dan harus dimaksimalkan mulai sekarang. Istilahnya ini seperti proklamasi, harus diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” terangnya.

Sementara itu, Tjatur Agus Saptono, anggota JC lainnya, tidak sepakat soal dua kongres. Katanya, “Kongres hanya satu, yakni kongres luar biasa.” Sementara untuk menentukan pemilik suara sah “masih akan dibahas lagi di (rapat) JC”.

JC terdiri dari satu ketua dan satu wakil, serta enam anggota. Ketua umum Todung Mulya Lubis bersama tiga anggota yakni Saleh Ismail Mukadar, Tjatur dan Widjajanto berasal dari kubu PSSI, sementara wakil ketua Djamal Aziz bersama tiga anggota yakni Hinca, Togar Manahan Nero dan Joko Driono berasal dari kubu KPSI.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER