Selasa, 2 September 2014 | 06:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Demo di Kantor Walikota, Ini Tuntutan Bonek
Headline
Ribuan Bonek Mania (julukan suporter Persebaya) unjuk rasa didepan kantor Walikota Surabaya - (Foto: beritajatim)
Oleh:
Bola - Senin, 15 April 2013 | 19:03 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Surabaya - Ribuan Bonek Mania (julukan suporter Persebaya) mengepung kantor Walikota Surabaya untuk memprotes hasil dari Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013.

Dalam aksi damainya itu, Bonek memasang poster-poster bernada protes atas pernyataan Wakil Ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti yang menyebut, Persebaya 1927 merupakan palsu. Salah satu poster yang di bawa Bonek bertuliskan “Selamatkan Persebaya atau Langkahi Mayat Bonek.”

Dalam aksi tersebut, Bonek menuntut empat hal untuk menyelamatkan Persebaya 1927. Berikut empat tuntutan dalam aksi yang berlangsung di depan kantor Walikota Tri Rismaharini.

Pertama, Bonek menuntuk membatalkan hasil KLB PSSI tanggal 17 Maret 2013 tentang unifikasi liga sepakbola Indonesia yang melarang atau tidak mengikutsertakan klub Persebaya 1927 dalam liga sepakbola di Indonesia.

Fan fanatik Bajul Ijo itu menuntut pemerintah memberikan sanksi kepada Menpora, Roy Suryo dan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin yang dinilai melakukan tindakan penzaliman sistemik terhadap klub Persebaya.

Tuntutan ketiga mereka yakni, Persebaya1927 bisa ikut berkompetisi pada liga sepakbola di Indonesia. Terakhir, mereka tidak mau ada mafia sepak bola yang menguasai PSSI.

Tim legendaris Persebaya Surabaya terpecah pada 2010 lalu setelah sebagian pengurusnya mengusung bendera Persebaya 1927 untuk tampil di liga ilegal yang hanya bertahan setengah musim, yakni Liga Prima Indonesia (LPI). Sebagian pengurus lain tetap mempertahankan Persebaya Surabaya di Divisi Utama di bawah pengelola resmi kompetisi PSSI, PT Liga Indonesia.

Saat Djohar Arifin Husin terpilih sebagai ketua umum menggantikan Nurdin Halid, PSSI mengharamkan ISL serta divisi turunannya di bawah PT Liga Indonesia kemudian membuat Liga Primer Indonesia (IPL) di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Persebaya 1927 berpindah ke IPL sementara Persebaya Surabaya tetap di Divisi Utama.

Masalah muncul seputar hak keikutsertaan, setelah PSSI kembali mengakui kompetisi di bawah PT Liga Indonesia serta berniat menggabungkan kompetisi di bawah PT Liga dengan kompetisi di bawah LPIS. (beritajatim)

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER