Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 01:57 WIB

PSSI Tetap Tak Akui Persebaya 1927

Oleh : - | Selasa, 16 April 2013 | 07:02 WIB
PSSI Tetap Tak Akui Persebaya 1927
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, meminta kepada Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) untuk mengakui keberadaan Persebaya 1927. Namun, hal itu ditolak oleh Sekjen PSSI, Hadiyandra.

Persebaya memang terpecah menjadi dua di tahun 2010 lalu. Beberapa pengurus Persebaya memutuskan untuk membentuk Persebaya 1927 demi tampil di Liga Prima Indonesia (LPI), setahun kemudian Kompetisi ini berubah menjadi Liga Primer Indonesia (IPL) setelah disahkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Sementara, pengurus tersisa tetap bermain di Divisi Utama, di bawah payung PT. Liga Indonesia.


Melalui keputusan Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret lalu, Persebaya 1927 dilarang tampil lagi karena Persebaya yang sah adalah yang bermain di Divisi Utama. Keputusan tersebut mendapat tentangan dari fans fanatik Persebaya, Bonek. Mereka melakukan demo di kantor Walikota, Senin (15/4/2013) untuk meminta kejelasan nasib Persebaya 1927.

Atas desakan tersebut, Tri mengirim surat kepada PSSI dan meminta mereka untuk mengakui Persebaya 1927.

"Keputusan itu adalah keputusan kongres 17 Maret. PSSI tidak mempunyai wewenang apa-apa. Sekalipun itu Pak Djohar Arifin, Pak La Nyalla dan anggota Exco lainnya tidak mempunyai kewenangan untuk membatalkan keputusan kongres," ujarnya.

"Hasil keputusan kongres tidak bisa dibatalkan begitu saja. Kalau mau dibatalkan ya harus lewat kongres juga. Kalau dibatalkan begitu saja, nanti menyalahi statuta," ia melanjutkan.

"Persebaya itu kan milik masyarakat Jatim. Jika Persebaya 1927 sesuai dengan keputusan KLB 17 Maret yang lalu tidak boleh berkompetisi, saya pikir, Persebaya DU mau menampung pemain Persebaya 1927 selama mereka memenuhi syarat dan mempunyai kualitas," ia menuntaskan. [arn]

 
x