Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 4 September 2015 | 23:29 WIB
Hide Ads

PSSI Tetap Tak Akui Persebaya 1927

Oleh : - | Selasa, 16 April 2013 | 07:02 WIB
PSSI Tetap Tak Akui Persebaya 1927
(Foto: istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, meminta kepada Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) untuk mengakui keberadaan Persebaya 1927. Namun, hal itu ditolak oleh Sekjen PSSI, Hadiyandra.

Persebaya memang terpecah menjadi dua di tahun 2010 lalu. Beberapa pengurus Persebaya memutuskan untuk membentuk Persebaya 1927 demi tampil di Liga Prima Indonesia (LPI), setahun kemudian Kompetisi ini berubah menjadi Liga Primer Indonesia (IPL) setelah disahkan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Sementara, pengurus tersisa tetap bermain di Divisi Utama, di bawah payung PT. Liga Indonesia.


Melalui keputusan Kongres Luar Biasa PSSI 17 Maret lalu, Persebaya 1927 dilarang tampil lagi karena Persebaya yang sah adalah yang bermain di Divisi Utama. Keputusan tersebut mendapat tentangan dari fans fanatik Persebaya, Bonek. Mereka melakukan demo di kantor Walikota, Senin (15/4/2013) untuk meminta kejelasan nasib Persebaya 1927.

Atas desakan tersebut, Tri mengirim surat kepada PSSI dan meminta mereka untuk mengakui Persebaya 1927.

"Keputusan itu adalah keputusan kongres 17 Maret. PSSI tidak mempunyai wewenang apa-apa. Sekalipun itu Pak Djohar Arifin, Pak La Nyalla dan anggota Exco lainnya tidak mempunyai kewenangan untuk membatalkan keputusan kongres," ujarnya.

"Hasil keputusan kongres tidak bisa dibatalkan begitu saja. Kalau mau dibatalkan ya harus lewat kongres juga. Kalau dibatalkan begitu saja, nanti menyalahi statuta," ia melanjutkan.

"Persebaya itu kan milik masyarakat Jatim. Jika Persebaya 1927 sesuai dengan keputusan KLB 17 Maret yang lalu tidak boleh berkompetisi, saya pikir, Persebaya DU mau menampung pemain Persebaya 1927 selama mereka memenuhi syarat dan mempunyai kualitas," ia menuntaskan. [arn]

11 Komentar

Image Komentar
ANGGA SEPTYAWAN - Rabu, 24 April 2013 | 00:14 WIB
Seperti apa pun persebaya,tetep 1927 yg kami dukung kita adu saja du dan 1927, bonek tc tak terhitung, dimana2 ada kami sll dukung persebaya 1927, kami bukan anarki tp kami adalah bonek revolusi kami tdk akan kyak begini kalau kami tdk terzholimi, kami asli kami 1927 dan kami asli surabaya salam satu nyali "wani" di adu saja di lapangan hijau saja lah du dan 1927, siapa yg menang dia yg maen di isl, dan q tetep dukung 1927
Image Komentar
SILAHKAN BONEK DATANG KE JAKARTA - Rabu, 17 April 2013 | 13:34 WIB
Silahkan bonek bonek datang ke jakarta,..the jakmania,.masyarakat betawi rempug,..satpol pp,..polisi,..marinir,..akan berhadapan dgn kalian,.pemberontak! masyarakat surabaya pada masa perjuangan adalah pejuang berani mati,..kalo sekarang,..tidak lbh dr sekumpulan preman pasar dan jalanan yg mengacaukan keamanan dan ketertiban,..dan itu harus di basmi
Image Komentar
WAHYU BUDIARTO423@YMAIL.COM - Selasa, 16 April 2013 | 22:40 WIB
Ok para bonek jgn menyerah untuk memebela persebaya kita salam satu nyali wani!!!!!!!
Image Komentar
DABLONGAN THOK - Selasa, 16 April 2013 | 21:13 WIB
Preman ya....tetep gaya preman, kalau mau gaya seperti itu pendukung klub klub isl kemaren pada saat ipl di anak emaskan pssi udah rame tu.., tapi pendukung klub2 isl dah dewasa sob,,,bisa bedakan mana tanggung jawab manajemen mana tanggung jawab pendukung tim. salam adu jotos>>>josss
Image Komentar
GATOLOCO - Selasa, 16 April 2013 | 14:49 WIB
Maunya bonek itu persebaya maen di papan atas ngga mau maen di div utama musim depanpun jg bgt, andaipun asli ya sdh nggak di akui spt persibo dan persema mau lg hayo?

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.