Kamis, 31 Juli 2014 | 08:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tonjok Wasit, Komdis Akhiri Karir Pieter Rumaropen
Headline
Pieter Rumaropen - (Foto : istimewa)
Oleh: Cakrayuri
Bola - Rabu, 24 April 2013 | 16:59 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Tamat sudah karir penyerang Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen sebagai pesepak bola. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah memberikan hukuman akibat ulahnya memukul mulut wasit Muhaimin hingga berdarah.

Insiden yang tidak perlu terjadi ketika Persiwa dikalahkan 2-1 oleh Pelita Bandung Raya (PBR), Minggu (21/4/2013). Pada menit ke-79, wasit Muhaimin memutuskan tembakan penalti kepada PBR setelah bek Nova Aryanto, yang membantu penyerangan, jatuh karena tekel OK Jhon.

Keputusan itu diprotes pemain Persiwa yang menganggap OK Jhon melakukan tekel bersih terlebih dulu sebelum dilanggar kaki Nova. Dalam aksi tersebut, Pieter Romaropen melakukan gerakan pukulan ke arah mulut wasit Muhaimin.

Akibat ulah brutal Peter, Ketua Kondis PSSI, Hinca Pandjaitan memutuskan untuk menghukum sang pemain seberat-beratnya. Peter dilarang bermain bola seumur hidupnya.

“Hari ini, Komdis PSSI memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada Pieter. Dia terbukti menganiaya Muhaimin hingga wasit itu terluka di bibirnya,” kata Hinca di Kantor PSSI, Rabu (24/4/2013) sore.

“Komdis tidak perlu memanggil sang pemain ke sini, karena kami sudah melihat video dan memimta penjelasan dari pengawas pertandingan. Dari rekaman itu, Pieter sudah terbukti bersalah melukai wasit. Kami menghukumnya dilarang bermain sepak bola seumur hidup,” lanjut dia.

Hinca mengatakan, keputusan itu sudah bulat. Dia memberikan kesempatan kepada Pieter untuk mengajukan banding setelah Surat Keputusan keluar pada Kamis (25/4/2013) besok.

“Setelah SK keluar besok hari. Kami memberikan waktu hingga 14 hari kepada Peter untuk mengajukan banding,” ucapnya.

Aksi brutal yang dilakukan Peter kepada Muhaimin ini sudah menjadi konsumsi dunia. Untuk itu komdis memutuskan untuk memberi hukuman tegas agar tidak ada kejadian serupa lagi.

“Dengan ini semoga tidak ada kejadian serupa lagi. Kami harap citra PSSI bisa membaik dengan keputusan itu,” tukas Hinca.[yob]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER