Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 7 Juli 2015 | 05:06 WIB
Hide Ads

Tonjok Wasit, Komdis Akhiri Karir Pieter Rumaropen

Oleh : Cakrayuri | Rabu, 24 April 2013 | 16:59 WIB

Berita Terkait

Tonjok Wasit, Komdis Akhiri Karir Pieter Rumaropen
Pieter Rumaropen - (Foto : istimewa)



INILAH.COM, Jakarta Tamat sudah karir penyerang Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen sebagai pesepak bola. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah memberikan hukuman akibat ulahnya memukul mulut wasit Muhaimin hingga berdarah.

Insiden yang tidak perlu terjadi ketika Persiwa dikalahkan 2-1 oleh Pelita Bandung Raya (PBR), Minggu (21/4/2013). Pada menit ke-79, wasit Muhaimin memutuskan tembakan penalti kepada PBR setelah bek Nova Aryanto, yang membantu penyerangan, jatuh karena tekel OK Jhon.

Keputusan itu diprotes pemain Persiwa yang menganggap OK Jhon melakukan tekel bersih terlebih dulu sebelum dilanggar kaki Nova. Dalam aksi tersebut, Pieter Romaropen melakukan gerakan pukulan ke arah mulut wasit Muhaimin.

Akibat ulah brutal Peter, Ketua Kondis PSSI, Hinca Pandjaitan memutuskan untuk menghukum sang pemain seberat-beratnya. Peter dilarang bermain bola seumur hidupnya.

"Hari ini, Komdis PSSI memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada Pieter. Dia terbukti menganiaya Muhaimin hingga wasit itu terluka di bibirnya," kata Hinca di Kantor PSSI, Rabu (24/4/2013) sore.



"Komdis tidak perlu memanggil sang pemain ke sini, karena kami sudah melihat video dan memimta penjelasan dari pengawas pertandingan. Dari rekaman itu, Pieter sudah terbukti bersalah melukai wasit. Kami menghukumnya dilarang bermain sepak bola seumur hidup," lanjut dia.

Hinca mengatakan, keputusan itu sudah bulat. Dia memberikan kesempatan kepada Pieter untuk mengajukan banding setelah Surat Keputusan keluar pada Kamis (25/4/2013) besok.

"Setelah SK keluar besok hari. Kami memberikan waktu hingga 14 hari kepada Peter untuk mengajukan banding," ucapnya.

Aksi brutal yang dilakukan Peter kepada Muhaimin ini sudah menjadi konsumsi dunia. Untuk itu komdis memutuskan untuk memberi hukuman tegas agar tidak ada kejadian serupa lagi.

"Dengan ini semoga tidak ada kejadian serupa lagi. Kami harap citra PSSI bisa membaik dengan keputusan itu," tukas Hinca.[yob]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.