Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 00:45 WIB

MUKTI-MUKTI Kobaran Api Musik Balada

Oleh : Doni Ramdhani | Sabtu, 10 Januari 2015 | 08:26 WIB

Berita Terkait

MUKTI-MUKTI Kobaran Api Musik Balada

Belum lama ini, Mukti-Mukti merilis Sepuluh Album miliknya. Dalam kesederhanaan, peluncuran album penyanyi balada itu justru mendapatkan makna mendalam. Para sahabat dan penikmat musiknya berbaur dengan dialog bersahutan sebelum bersenandung.

Satu di antara penonton itu yakni Sinta Ridwan. Pendiri kelas Aksara Sunda Kuno (Aksakun) ini memiliki hubungan emosional cukup erat dengan musisi balada yang kesohor di Bandung. Sinta mengaku, sejauh ini ada empat puisinya yang dinyanyikan Mukti-Mukti. Satu di antaranya musikalisasi puisi berjudul Secangkir Bintang.

Kontan, saat Mukti-Mukti menyanyikan dengan iringan gitar kopong, Sinta tampak terharu dan matanya terlihat berkaca-kaca.

"Mukti-Mukti itu ibarat api yang berkobar. Sekeliling yang ada di dekatnya pasti kena panasnya. Ketika puisi yang dilagukan Mukti-Mukti dengan apinya, rasanya seperti terbakar," kata Sinta saat dijumpai di Warung Dardja sekaligus sekretariat Konfederasi Pergerakan Republik Indonesia (KPRI), Jalan Bojongkacor 4 Cukangkawung Cikutra, Kota Bandung.

Selain menyanyikan lagu cinta dan kematian, menurutnya, Mukti-Mukti juga seseorang yang selalu menyemangati jalan kebenaran di hati dan telinga para pemuda pemudi yang memberontak.

"Mukti itu adalah soundtrack pemberontakan. Dan saya terharu dan tidak menyangka ada di dekatnya dan kena panasnya," imbuh mojang yang meraih award Kick Andy's Heroes ini.

Launching Sepuluh Album Mukti-Mukti ini kesekian kalinya digelar di tempat yang sama. Sebelumnya, pada 2006 dan 2013 lalu acara serupa digelar. Sesaat sebelum memulai acara, hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelahnya, pembawa acara memimpin seremoni belasungkawa atas segala bencana di Indonesia.

Sejumlah sahabat tampak hadir memenuhi di panggung sederhana yang berada di halaman belakang rumah tersebut. Di antaranya Matdon, Siska Harpa, Ary Tretura, Herry Dim, Atasi Amin, Ferry Curtis, dan masih banyak lagi.

Ferry, yang juga musisi balada itu menyebutkan Mukti-Mukti memiliki energi ekstra tersendiri. Menurutnya, Mukti-Mukti itu bermusik dengan seluruh badan.

"Dalam lagu yang tidak biasa, musisi balada tetap memainkan nada dengan terbata-bata. Dan yang pasti, penyanyi balada itu adalah seorang yang kesepian," ucap Ferry yang juga berkawan baik dengan musisi balada lainnya seperti Ary Juliyant, dan almarhum Micko Protonema.

Lantas, perupa Herry Dim pun memiliki catatan tersendiri tentang Mukti-Mukti. Dia menyebutkan Mukti-Mukti tak hanya membikin syair yang baik. Namun, dengan keterampilannya dia pun menciptakan lagu yang baik dengan metafora, tanda waktu, dan susunan kata yang bertutur.

"Sastrawan seharusnya beruntung masih ada segelintir musisi balada yang memainkan musiknya," sebut Herry yang menceritakan pertemuannya dengan Mukti-Mukti saat terlibat perbincangan dengan almarhum Harry Roesli bertahun-tahun ke belakang.


Seperti diketahui, sebagian besar syair lagunya merupakan musikalisasi puisi dari rekan-rekannya. Seperti Budi Godot Supriyatna, Miranda Risang Ayu, Ajeng Kesuma, Matdon, Dadang Sudardja, dan masih banyak lagi.


Bahkan, lagu berjudul Mirna diciptakan Mukti-Mukti begitu mengamati lukisan dengan judul serupa hasil karya Jeihan Sukmantoro. (ing)

Komentar

Embed Widget
x