Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 Juli 2017 | 23:46 WIB

Jangan Ada Lagi Ketakutan di Dortmund dan Suriah

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 14 April 2017 | 18:14 WIB
Jangan Ada Lagi Ketakutan di Dortmund dan Suriah
(Foto: marca)
facebook twitter

INILAHCOM, Manchester - Insiden ledakan di bus Borussia Dortmund menjadi bukti terorisme sudah menjalar ke sepak bola. Pep Guardiola berharap hal serupa tak terjadi lagi di negara manapun.

Pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions Eropa yang mempertemukan tuan rumah Borussia Dortmund dengan AS Monaco di Stadion Signal Iduna Park harus ditunda satu hari karena alasan keamanan.

Bus yang membawa skuad Dortmund terkena tiga ledakan saat menuju stadion. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya Marc Bartra yang mengalami luka di tangan akibat terkena serpihan material ledakan.

Insiden tersebut menjadi perhatian luas mengingat aksi terorisme yang semakin menjalar sampai dunia sepak bola. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, angkat bicara soal kejadian tersebut.

Menurutnya, penduduk dunia saat ini sudah diliputi dengan ketakutan. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Suriah, dimana hampir setiap hari warganya dibayangi perang yang berkepanjangan.

"Ini sedikit menakutkan bagaimana kondisi dunia saat ini. Dan kondisinya semakin menggila seperti apa yang terjadi di Suriah," kata Pep kepada Marca.

Dia berharap agar para pemimpin dunia bisa sama-sama berkomitmen mengakhiri perang atas dasar kemanusiaan.

"Saya berharap Presiden Amerika Serikat (Donaldo Trump), Presiden Rusia, Presiden China bisa mencari jalan keluar karena jika tidak kami tidak tahu dimana kami akan berakhir," lanjutnya menambahkan.

Lebih lanjut, mantan pelatih Barcelona itu juga mendoakan kesembuhan bagi Marc Bartra yang juga mantan pemainnya saat masih di Katalunya.

"Kami harus terus hidup tanpa rasa takut dan saya berharap Marc Bartra cepat pulih," ia memungkasi.

 
x