Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 16:00 WIB

Ancelotti Kesal Munchen Tersingkir Dirugikan Wasit

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 19 April 2017 | 10:45 WIB
Ancelotti Kesal Munchen Tersingkir Dirugikan Wasit
(Foto: soccerway)
facebook twitter

INILAHCOM, Madrid - Carlo Ancelotti kecewa Bayern Munchen disingkirkan Real Madrid di perempatfinal. Ia menyoroti kinerja wasit yang disebutnya buruk.

Bertamu ke Santiago Bernabeu dalam leg kedua perempatfinal Liga Champions Eropa, Rabu (19/4/2017) dini hari WIB, Munchen sempat unggul terlebih dahulu berkat gol penalti Robert Lewandowski di menit ke-53.

Setelah itu, Madrid bisa menyamakan skor berkat gol Cristian Ronaldo di menit ke-76 Die Roten mampu kembali unggul di menit ke-78 setelah Sergio Ramos melakukan gol bunuh diri.

Situasi berubah saat Arturo Vidal mendapat kartu kuning kedua di menit ke-84, Munchen harus bermain dengan 10 orang hingga babak extra time. Kalah jumlah pemain, gawang Munchen diberondong tiga gol tambahan dari Ronaldo (2 gol) dan Marco Asensio.

Usai laga, Ancelotti mengkritik performa wasit Viktor Kassai yang dinilai membuat sejumlah keputusan kontroversial termasuk memberi kartu kuning kedua kepada Vidal. Dari tayangan video, terlihat Vidal melakukan tekel bersih saat merebut bola dari kaki Marco Asensio.

"Kinerja wasit dalam pertandingan ini lebih buruk dari permainan kami," tegas Don Carlo kepada Soccerway.

"Saya tahu ini sepak bola dan bisa terjadi kapanpun, tetapi tidak seserius kesalahan ini," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mendorong digunakannya teknologi video pembatu wasit (VAR) menyusul dua situasi yang dianggap merugikan Munchen. Dua gol Ronaldo di extra time dinilai berbau offside.

"Wasit malam hari ini sesungguhnya melakukan kesalahan. Saya tidak pernah suka dengan teknologi VAR tetapi harus saya akui itu dibutuhkan sekarang," pungkasnya.

Posisi Ronaldo sesaat sebelum mencetak gol kedua (2-2) di extra time pertama.

Proses terjadinya gol ketiga Ronaldo (3-2) di extra time kedua.

Komentar

 
x