Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 23:36 WIB

Pemerintah Bakal Permudah Izin untuk Pemain Asing

Oleh : Reza Adi Surya | Jumat, 21 April 2017 | 13:01 WIB
Pemerintah Bakal Permudah Izin untuk Pemain Asing
Michael Essien dan Carlton Cole yang belum mempunyai KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) untuk memenuhi kriteria pemain asing yang bermain di Indonesia. - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), akan mempermudah izin pesepakbola asing yang bermain di Indonesia.

Beberapa hari terakhir sedang ramai kasus banyaknya pemain asing di Indonesia yang belum memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara), termasuk dua pemain kelas dunia (marquee player) Michael Essien dan Carlton Cole (Persib).

Menurut data yang dirilis Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), ada 25 pemain dari 11 klub yang belum mengantongi KITAS. 11 klub yang dimaksud adalah Bali United, Pusamania Borneo FC, PS TNI, PSM Makassar, Persib Bandung, Mitra Kukar, Barito Putera, Madura United, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, dan Persija Jakarta.

Terkait masalah tersebut, Kemnaker dan Kemenkumham melakukan rapat terbatas pembinaan penggunaan tenaga kerja asing sektor keolahragaan, khususnya pemain sepak bola, Kamis (20/4/2017). Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemenaker, Hery Sudharmanto dan dihadiri Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker Maruli A Hasoloan, Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Friment S Aruan, Deputi Olahraga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Chandra Bhakti, Ridjaldi dari BOPI, Izran H.P dari PT Liga Indonesia Baru serta Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono.

"Hasil dari pertemuan ini adalah, pemerintah akan mempermudah perizinan bagi pemain sepak bola asing. Semangatnya adalah, sepak bola nasional harus maju," kata Maruli, dalam keterangan pers yang diterima INILAHCOM, Jumat (21/4/2017).

"Izin penggunaan pemain asing bukan hanya terkait KITAS yang dikeluarkan Dirjen Imigrasi, tapi juga IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing) yang dikeluarkan Kemnaker. KITAS akan turun jika sudah ada IMTA," tambahnya.

Maruli menjamin pengurusan izin akan berjalan mudah, cepat, dan transparan. "Kalau permohonan sudah masuk, maksimal dua hari IMTA sudah terbit," lanjut Maruli.

Setelah mendapatkan IMTA, klub mengajukan permohonan Visa Izin Tinggal Sementara (VITAS) dan Izin Tinggal Sementara (ITAS) ke Dirjen Imigrasi Kemenkum dan HAM, yang wajib ditembuskan kepada BOPI, Kemenpora sebagai bahan pengawasan di lapangan.

Pertemuan tersebut juga memyepakati, untuk pemain asing yang akan mengikuti uji coba (sebelum kontrak dengan klub), diperbolehkan datang ke Indonesia hanya menggunakan ITAS maksimal 30 hari. Namun kemudahan ini hanya untuk uji coba dan pertandingan tidak resmi (non liga) PSSI.

Bagi pemain asing yang belum memiliki IMTA dan ITAS akan dilakukan penindakan oleh aparat Imigrasi maupun Kemnaker sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"ITAS harus dilaporkan ke BOPI dan Kemenpora, serta tak dapat diperpanjang dan tak dapat dikonversi ke izin yang lain," ungkap Friment.

Hasil pertemuan antara Kemnaker dan Kemenkumham disambut baik pihak PSSI. "Kami optimistis klub-klub akan segera mengajukan perizinan sebagaimana ketentuan yang ada," ujar Joko Driyono, yang juga menjabat sebagai plt Sekjen PSSI.

Tags

 
x