Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:57 WIB

PSSI Apresiasi Laporan Persis Soal Kinerja Wasit

Oleh : Arif Budiwinarto | Kamis, 4 Mei 2017 | 07:32 WIB
PSSI Apresiasi Laporan Persis Soal Kinerja Wasit
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengapresiasi pengaduan tim Persis Solo terkait kinerja wasit yang memimpin pertandingan Sragen United versus Persis di Liga 2 pada Minggu (30/4) kemarin.

Dalam laga itu, Persis menuding wasit beserta hakim garis bertindak diluar prinsip sportifitas. Selain mengadukan hal itu ke Komite Disiplin PSSI, Persis juga langsung menyambangi petinggi federasi di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/5) kemarin, untuk memberikan laporan tambahan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Persis untuk laporan yang diberikan karena itu melengkapi laporan yang dibuat PT Liga Indonesia Baru. Komite Disiplin dan Komite Wasit PSSI akan segera menindaklanjuti hal tersebut," ujar Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, usai pertemuan tersebut.

Joko, yang juga menjabat pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI, menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam pertandingan Sragen United kontra Persis akan dimintai keterangan.

"Sidang Komisi Disiplin dijadwalkan berlangsung Kamis minggu depan," dia menambahkan.

Pihak Persis Solo menuding wasit, Bambang Sutiono, beserta asisten wasit 1, Kelik Purwanto, sengaja membiarkan pelanggaran yang dilakukan penjaga gawang Sragen United Andi Setiawan terhadap pemain Persis, Dedi Cahyono Putro.

CEO PT Persis Solo, Saestu Michael Bimo Putranto, yakin Andi dengan sengaja membenturkan lututnya ke kepala Dedi Cahyono yang mengakibatkan pemain tersebut tidak sadarkan diri. Namun, tidak ada keputusan apapun dari wasit terkait hal tersebut.

"Wasit menganggap tidak ada pelanggaran apapun," kata Bimo.

Memang, lanjut Bimo, ada dugaan wasit tidak melihat. Akan tetapi, asisten wasit Kelik dianggap menyaksikan kejadian itu dengan jelas tetapi tidak mengangkat bendera tanda pelanggaran dan tidak memberikan informasi apapun pada wasit.

Selain itu, wasit juga dianggap berlebihan memberikan hukuman kartu merah pada pemain Persis, Andriantono Ariza, karena melakukan protes berlebihan.

"Andriantono itu pemain cadangan. Kami yakin dia dikartu merah setelah ada bisikan dari pemain lawan," tutur Bimo.

Pihak Persis pun mengkritik panita penyelenggara pertandingan karena tidak menyediakan fasilitas medis yang memadai.
Saat Dedi pingsan, pihak panpel tidak menyediakan ambulans dan oksigen.

"Untungnya stadion dekat dengan rumah sakit, kalau tidak bisa fatal," ujar Bimo, yang kemudian menyebut kondisi Dedi saat ini sudah membaik.

Dengan laporan yang dilengkapi dokumen resmi dan video, pihak Persis Solo menginginkan kejadian-kejadian serupa tidak terulang di seluruh pertandingan liga dan kompetisi di Indonesia. Mereka pun berharap semua yang divonis bersalah diberikan hukuman maksimal.

Komentar

 
x