Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 06:44 WIB

Penantian 21 Tahun yang Tak Bisa Disia-siakan Ajax

Oleh : Arif Budiwinarto | Jumat, 12 Mei 2017 | 16:06 WIB
Penantian 21 Tahun yang Tak Bisa Disia-siakan Ajax
Pelatih Ajax, Peter Bosz - (Foto: AjaxDaily)
facebook twitter

INILAHCOM, Lyon - Ajax Amsterdam senang bertemu Manchester United di final Liga Europa. Ajax berambisi membuat sejarah menanti lebih dari 20 tahun.

Berbekal kemenangan telak 4-0 di leg pertama semifinal, Ajax mendapat perlawanan sengit dari Lyon di perjumpaan kedua di Stade des Lumeires, Jumat (12/5/2017) dini hari WIB.

Sempat memimpin berkat gol Kasper Dolberg, gawang Ajax tiga kali kebobolan oleh Lyon yang masing-masing gol dicetak Alexandre Lacazette (2 gol) serta Rachid Ghezzal. Meski kalah 3-1, Ajax tetap ke final berkat keunggulan agregat 5-4.

Di final, mereka akan berhadapan dengan tim favorit juara, Manchester United. MU berhasil mengandaskan Celta Vigo dengan agregat 2-1 setelah di leg kedua Setan Merah ditahan imbang 1-1 di Old Trafford.

"Ini adalah perasaan luar biasa. Saya senang bahwa Manchester United akan jadi lawan di final, karena mereka adalah lawan yang benar-benar tangguh," ujar pelatih Ajax, Peter Bosz, kepada Goal.

Ajax terakhir kali tampil di final kompetisi Eropa pada musim 1995-96. Saat itu, Die Amsterdammers berlaga di final Liga Champions Eropa. Mereka gagal jadi juara setelah dikalahkan Juventus 2-4 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjang waktu.

22 tahun absen di partai puncak kompetisi Eropa, musim ini menjadi kesempatan terbaik mereka menambah trofi Liga Europa yang dulunya bernama Piala UEFA setelah terakhir kali menjuarainya tahun 1992 silam.

"Sekarang kami akan melihat apakah kami benar-benar bisa mengukir sejarah. Bermain di final adalah menyenangkan, tetapi final yang harus Anda menangkan," pungkasnya.

Laga final Liga Europa akan digelar di Friends Arena, Solna, Stockholm, Swedia, pada 24 Mei mendatang.[rza]

 
x