Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 08:51 WIB

Perjudian Mourinho demi Tiket Liga Champions

Oleh : Reza Adi Surya | Selasa, 16 Mei 2017 | 01:11 WIB
Perjudian Mourinho demi Tiket Liga Champions
Pelatih Jose Mourinho - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Manchester - Kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotspur menutup peluang Manchester United finis di posisi empat besar. Pelatih Jose Mourinho berjudi dengan menepikan Liga Primer Inggris dan fokus ke Liga Europa.

Dengan menyisakan dua pertandingan lagi, MU sudah tak mungkin menggeser Manchester City di peringkat empat karena selisihnya tujuh poin. Poin maksimal yang bisa diraih dari dua laga hanya enam poin.

Sebenarnya sudah cukup lama Mourinho menyiratkan akan fokus ke Liga Europa karena dinilai punya peluang cukup besar untuk menjadi juara. Selain itu, faktor lainnya adalah melihat jadwal berat yang harus dijalani Setan Merah dalam enam laga terakhir Liga Primer Inggris.

MU harus melakoni empat laga tandang dan dua kandang. Bukan sekadar tandang, tapi menghadapi tim-tim kuat seperti Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Southampton. Sementara itu, Setan Merah terus meraih hasil cukup bagus di Liga Europa hingga akhirnya mampu lolos ke final.

Saat menghadapi Arsenal dan Tottenham, Mourinho lebih banyak menurunkan pemain-pemain pelapis. Bahkan, pelatih 54 tahun memasukkan dua pemain muda yang biasanya tampil di tim reserves.

Bagi Mourinho, dia tak punya pilihan lain. Selain banyak pemain yang cedera, mantan pelatih Real Madrid menyebut lebih baik memenangkan gelar ketimbang fokus finis empat besar.

"Kami, Manchester United, bagi kami yang paling penting adalah memenangkan gelar ketimbang empat besar. Jadi, jika kami bisa memenangkan gelar ketiga (termasuk Community Shield) atau gelar kedua, itu akan luar biasa karena kami tahu itu adalah target besar," kata Mourinho, dikutip dari Soccerway.

"Kami tahu jika kalah di final Liga Europa kami takkan main di Liga Champions. Kami tahu itu. Tapi, kami berjuang memperebutkan gelar dan mungkin klub lain yang berjuang finis di empat besar ingin berada di posisi kami dan berusaha meraih gelar," ujarnya.

Meski demikian, Mourinho membantah melakukan perjudian dengan mengorbankan Liga Primer Inggris dan fokus ke Liga Europa.

"Saya tak merasa kesal (gagal finis empat besar) karena memang kami harus membuat keputusan. Ketika semua orang mengatakan kami melakukan perjudian, kami tidak berjudi. Kami tidak memilih Liga Europa, tapi kami terpaksa memilihnya," tandasnya.

 
x