Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 23:24 WIB

Gagal di AFF U-15, PSSI Diminta Berbenah

Oleh : Nandang Permana Sidik | Selasa, 18 Juli 2017 | 05:33 WIB
Gagal di AFF U-15, PSSI Diminta Berbenah
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kegagalan Timnas U-16 di Piala AFF U-15 harus dijadikan pelajaran oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan tim kepelatihan untuk terus berbenah menyiapkan pemain-pemain berkualitas ke depannya. Hal itu disampaikan pengamat sepakbola Tanah Air, Hadi Gunawan.

Timnas U-16 besutan Fakhri Husaini harus angkat koper dari perhelatan Piala AFF U-15 meski di pertandingan terakhirnya mencatatkan kemenangan dari Singapura dengan skor 2-0.

Garuda Muda tersingkir karena di laga-laga sebelumnya menuai hasil minor dengan torehan satu menang, satu imbang, dan tiga kalah. Indonesia mengakhiri turnamen di peringkat lima Grup A dengan poin empat.

Sebelum berangkat ke Thailand, Timnas U-16 meraih gelar juara di Tien Phong Plastic Cup 2017 yang digelar di Vietnam.

"Inilah pelajaran penting buat kita semua. Jika kita mendapatkan suatu prestasi bagus dari timnas remaja atau muda atau bahkan belia, jangan langsung memberikan pujian atau sanjungan yang berlebihan," kata Hadi Gunawan.

"Dan jangan juga memberikan pengharapan yang terlalu besar buat anak-anak tersebut. Hendaknya jadikan saja prestasi sesaat mereka sebagai suatu proses alami mereka menjadi para pemain yang baik nantinya," ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil bung Ahai ini, mengatakan, PSSI maupun tim kepelatihan ke depannya harus menyiapkan program-program yang tepat untuk memunculkan pemain-pemain berkualitas dan tentunya masyarakat harus mendukung sepenuhnya agar ke depannya timnas mampu menjadi tim yang patut dibanggakan.

"Ini bukan tugas pelatih tim muda sepenuhnya. Tapi, oke-lah untuk ke depannya, tim pelatih harus secepatnya mengevaluasi total apa yang menjadi penyebab kegagalan. Ini adalah tanggung jawab federasi sepenuhnya," ungkapnya.

"Jadi, dengan kegagalan ini kita kembali diingatkan bahwa jika ingin sukses, perbaikan pembinaan dan kompetisi usia dini atau belia bener-benar harus dibenahi. Ini sebenarnya biang keladinya (kompetisi usia muda yang kurang), federasi hanya sibuk mengurusi kompetisi senior yang banyak madunya," pungkasnya.[rza]

Tags

Komentar

 
x