Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:38 WIB

Cerita Zanetti soal Adriano yang Depresi

Oleh : Reza Adi Surya | Senin, 7 Agustus 2017 | 19:33 WIB
Cerita Zanetti soal Adriano yang Depresi
(Foto: Getty Images)
facebook twitter

INILAHCOM, Milan - Mantan kapten Inter Milan, Javier Zanetti mengatakan, salah satu kekalahan terbesarnya dalam sepak bola adalah tak bisa menjauhkan Adriano dari depresi.

Adriano digadang sebagai salah satu calon pemain terbaik dunia di pertengahan tahun 2000 ketika bermain bersama Inter. Saat itu, Adriano satu tim dengan Zanetti, kapten tim Nerazurri.

Sempat tampil apik bersama Inter, penampilan Adriano mulai menurun drastis. Menurut Zanetti, kepopuleran yang mendadak, harta berlimpah, dan ditambah dengan kematian ayahnya membuat Adriano depresi dan mulai kecanduan minuman keras.

"Ketika mencetak gol di kandang Real Madrid (laga uji coba di 2000), saya mengatakan pada diri sendiri kami sudah menemukan Ronaldo (Nazario da Lima) baru. Tapi, dia berasal dari Favela (daerah di Brasil yang terkenal keras). Itu membuat saya takut. Ketika tiba-tiba Anda menjadi kaya, semuanya berubah," ujar Zanetti, dikutip dari Football Italia.

"Ketika dia mendapat telepon soal kematian ayahnya, saat itu kami berada di ruang ganti pemain. Kemudian dia melempar telepon tersebut dan mulai berteriak dengan cara yang tak terbayangkan. Saya masih merinding hingga kini," tambahnya.

"Sejak saat itu, (mantan presiden Inter) Massimo Moratti dan saya memperlakukannya sebagai adik kecil. Dia terus bermain bola, mencetak gol, dan mendidikasikan gol untuk ayahnya dengan menunjuk ke langit. Tapi setelah menerima telepon itu, keadaannya tak lagi sama. Kami tak mampu mengeluarkannya dari keadaan depresi. Itu kekalahan terbesar saya, saya merasa tak berdaya," tandasnya.

Terakhir kali Adriano bermain untuk klub Amerika Serikat, Miami United di 2016. setelah sebelumnya terus berpindah-pindah klub dimana kebanyakan klub Brasil.

Komentar

 
Embed Widget

x