Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 20:59 WIB

UEFA Diminta Selidiki City dan PSG

Oleh : Andre Syamsurizal | Selasa, 5 September 2017 | 00:00 WIB
UEFA Diminta Selidiki City dan PSG
Presiden La Liga, Javier Tebas - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Madrid - Presiden La Liga, Javier Tebas meminta UEFA menyelidiki Manchester City dan Paris Saint-Germain terkait dengan aturan Financial Fair Play. Tebas juga meminta UEFA tegas dengan aturan tersebut.

City dan PSG pada jendela transfer musim panas ini telah menghabiskan dana lebih dari 210 juta Poundsterling atau 3,6 triliun Rupiah. Kedua klub tersebut lantas menjadi klub paling boros di musim panas ini.

Aktivitas transfer City dan PSG menyita perhatian dari pihak La Liga, terutama setelah klub asal Paris itu membeli Neymar dengan harga fantastis, 222 juta Euro (3,4 triliun Rupiah). Tebas sebagai presiden liga Spanyol tersebut mempertanyakan kepatuhan dua klub tersebut pada aturan keuangan yang dibuat oleh UEFA.

Tebas menilai kemampuan membeli pemain dari City dan PSG tidak adil. Sumber uang kedua klub itu disebut Tebas berasal dari bantuan negara-negara arab yang memiliki mayoritas saham.

Manchester City dimiliki oleh Sheikh Mansour, miliuner asal Uni Emirat Arab dan kerabat dari presiden negara tersebut. Sementara PSG dimiliki Nasser Al-Khelaifi, taipan asal Qatar.

"Belum ada penyelidikan pada Manchester City terkait pelanggaran Financial Fair Play (FFP). UEFA juga perlu menyelidiki 'ketidakpatuhan' PSG pada aturan tersebut," terang Tebas dilansir dari ESPN.

"Pendapatan PSG dan Man City yang berasal dari negara pemiliknya merusak kompetisi di Eropa dan juga menimbulkan inflasi yang dapat merusak industri sepak bola," imbuh Tebas.

"UEFA harus lebih tegas dengan aturan FFP mereka untuk mencegah diskriminasi antar klub," Tebas memungkasi.

Aturan FFP melarang klub melarang klub menjadikan uang dari pemilik sebagai sumber pemasukan. Namun hal tersebut bisa diakali dengan menjadikan perusahaan yang dimiliki oleh kerabat pemilik klub sebagai sponsor, seperti Etihad yang mensponsori Manchester City.

 
Embed Widget

x