Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 14:08 WIB

Dituding Penyebab Huda Meninggal, Ini Kata Ramon

Oleh : Reza Adi Surya | Selasa, 17 Oktober 2017 | 17:00 WIB
Dituding Penyebab Huda Meninggal, Ini Kata Ramon
Rekan setim Choirul Huda, Ramon Rodrigues - (Foto: Riset)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rekan setim Choirul Huda, Ramon Rodrigues buka suara terkait insiden yang melibatkan dirinya dengan kiper berusia 38 tahun dan berujung kematian Huda.

Huda dilarikan ke rumah sakit dr Soegiri, Lamongan, saat berbenturan dengan Rodrigues di menit ke-44 saat Persela menghadapi Semen Padang dalam lanjutan kompetisi Liga 1, Minggu (15/10/2017).

Sempat mendapatkan perawatan, nyawa Huda tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Menurut dokter yang melakukan pemeriksaan, Huda mengalami trauma dada, kepala, dan leher.

Ramon, yang terlibat langsung dengan insiden tersebut, akhirnya buka suara dalam sebuah postingan di Instagram. Tak sedikit warganet yang menyalahkan Ramon sebagai penyebab meninggalnya Huda.

Gostaria de agradecer as oraes, ligaes, mensagens de apoio e carinho de todos! Nunca imaginamos que tais fatalidades possam ocorrer conosco, infelizmente aconteceu, no tenho palavras para descrever tal sentimento. Huda, S peo que Deus abenoe e conforte seus familiares e te receba de braos abertos. "Lendas no morrem, deixam para ns heranas" Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa, panggilan, pesan dukungan dan semua kasih sayang Anda! Kami tidak pernah membayangkan kematian seperti ini, sayangnya hal itu terjadi, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan seperti itu. Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, dan semoga Tuhan terbuka lebar. "Legenda tidak pernah mati, kamu akan selalu hidup" I would like to thank the prayers calls messages of support and affection of all! Huda, I just ask God to bless and comfort your family and welcome you with open arms. "Legends do not die, live forever" #respect

A post shared by Ramon (@rrmramon) on

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa, panggilan, pesan dukungan dan semua kasih sayang Anda! Kami tidak pernah membayangkan kematian seperti ini, sayangnya hal itu terjadi, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan seperti itu," tulis Ramon.

"Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, dan semoga Tuhan terbuka lebar. Legenda tidak pernah mati, kamu akan selalu hidup," tutup Ramon.

Komentar

 
Embed Widget

x