Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 08:28 WIB

Deretan Bisnis Menguntungkan Liverpool

Oleh : Arif Budiwinarto | Selasa, 9 Januari 2018 | 15:21 WIB

Berita Terkait

Deretan Bisnis Menguntungkan Liverpool
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Liverpool meraup untung besar usai melego Philippe Countinho ke Barcelona. Bukan sekali The Reds melakukanya di jendela transfer.

Setelah tiga kali menolak tawaran Barcelona di awal musim 2017-18, Si Merah akhirnya melepas Coutinho di pertengahan musim setelah Barca sepakat dengan harga 141 juta Pounds (2,9 triliun Rupiah) yang diajukan.

Dengan harga sebesar itu, Coutinho menjadi pemain termahal kedua di dunia di bawah Neymar yang hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG) dengan mahar 222 juta Euro.

Meskipun Barca menyebut nilai transfer pemain 25 tahun itu mendapat potongan harga dari Liverpool, klub asal Merseyside itu sudah untung besar, mengapa demikian?

The Anfield Gank mendatangkan Coutinho pada Januari 2013 dengan nilai 8,5 juta Pounds dari Inter Milan. Adalah Rafael Benitez orang yang merekomendasikan perekrutan gelandang serang asal Brasil tersebut.

Sempat diragukan karena jarang mendapat kesempatan main di Inter, Benitez mampu memoles kualitas Coutinho hingga menjadi pilar utama skuad Liverpool hingga pertengahan musim ini.

Punya kualitas individu brilian ditambah visi bermain yang tajam, wajar bila banyak klub kaya Eropa berlomba-lomba mendapatkan tandangan tangannya. Situasi ini menambah nilai ekonomis sang pemain di setiap bursa transfer.

Inilah yang dibaca Liverpool untuk menyeimbangkan neraca finansial mereka setelah mendatangkan Virgil van Dijk dari Southampton dengan nilai 75 juta Pounds, menjadikannya bek termahal dunia.

Jika ditilik kembali, selama lima musim Liverpool mampu menaikkan nilai ekonomi Coutinho sebesar 132,5 juta Pounds, jumlah itulah yang masuk dalam daftar penerimaan mereka. Jika dikurangi biaya transfer Van Dijk, klub bermarkas di Anfield masih mengantongi 57,5 juta Pounds.

Spending Less Building More

Sepakbola modern bukan hanya terpaku pada aspek kompetisi, tetapi juga ikut merambah dunia bisnis, dalam hal termasuk jual beli pemain.

Bukan kali pertama Liverpool 'terpaksa' menjual pemain pilarnya dengan harga fantastis. Di awal musim 2014-15, Luis Suarez resmi menandatangani kontrak bersama Barcelona dengan nilai transfer mencapai angka 65 juta Pounds.

Padahal, saat merekrutnya dari Ajax Amsterdam pada Januari 2011, Si Merah hanya mengeluarkan dana sebesar 22,8 juta Pounds. Harga jual Suarez ke Barca cukup masuk akal bila melihat performa Il Pistolero selama empat musim berseragam Liverpool. Penyerang asal Uruguay itu mampu mencetak 82 gol dari 133 penampilannya di semua ajang.

Barca pun bisa tersenyum lebar melihat permainan Suarez yang cepat padu dengan Lionel Messi di lini depan El Barca. sejauh ini, dia sudah mencetak 132 gol dari 170 pertandingan di semua ajang. Atau dengan pernyataan lain; Barca tidak rugi.

Di awal musim 2015-16, Liverpool kembali panen pundi-pundi Pounds saat melepas penyerang muda potensial, Raheem Sterling, ke klub tajir Manchester City. Nilainya mencapai angka 44 juta Pounds plus bonus 5 juta Pounds, sebuah angka fantastis bagi pemain yang saat itu baru berusia 20 tahun.

Sterling merupakan pemain binaan akademi sepakbola Liverpool. Dia pertama kali promosi ke tim utama pada Maret 2012. Di bawah asuhan pelatih Brendan Rodgers, Sterling mampu menemukan bentuk permainan terbaiknya.

Mampu mencetak 23 gol dari 123 pertandingan membuat pelatih City Pep Guardiola kepincut ingin memilikinya dalam skuda Manchester Biru. Meski sempat berusaha membujuk dan mengiminginya dengan kenaikan gaji, Liverpool tak bisa mencegah kepindahan Sterling ke Etihad Stadium.

Walaupun belum mampu mengantarkan The Citizens meraih trofi liga, Sterling diklaim menjadi salah satu pemain muda paling cemerlang di Inggris.

Menarik untuk disaksikan apakah Coutinho bisa secemerlang Suarez dan Sterling setelah dibeli dengan harga tinggi. Sebenarnya, pertanyaan tersebut tak dibutuhkan Liverpool, karena fokus mereka kini adalah memanfaatkan dana besar hasil penjualan Countinho guna memperbaiki komposisi skuad agar mampu tampil lebih baik di paruh kedua musim.

Komentar

x