Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 12:05 WIB

Coutinho Hampir 'Mati' Saat di Inter

Oleh : Arif Budiwinarto | Rabu, 10 Januari 2018 | 22:38 WIB
Coutinho Hampir 'Mati' Saat di Inter
(Foto: gettyimages)
facebook twitter

INILAHCOM, Barcelona - Philippe Countinho bercerita tentang masa-masa sulitnya bersama Inter Milan. Dia hampir saja 'mati' jika tidak ada dukungan dari orang terdekat.

Sebelum bergabung ke Barcelona dari Liverpool senilai 160 juta Euro (2,58 triliun Rupiah), Coutinho memulai karier sepak bolanya di Eropa bersama Inter Milan.

Inter mendatangkan Countinho dari Vasco da Gama pada tahun 2008 dengan nilai transfer mencapai 8 juta Euro. Tetapi, I Nerazzurri kemudian meminjamkannya ke Vasco untuk memberinya waktu bermain.

Countinho melakoni debut bersama skuad utama Inter ada 2010 di bawah asuhan pelatih Andrea Stramaccioni. Sempat diklaim bakal menjadi pemain masa depan Inter, coutinho malah tampil kurang mengesankan.

Pada 2012, Inter meminjamkan Countinho ke klub La Liga, Espanyol, sebelum akhirnya resmi melepasnya ke Liverpool pada Januari 2013 dengan nilai transfer 8,5 juta Pounds.

Bersama Liverpool, Coutinho menemukan bentuk permainan terbaiknya dan menjadi pilar utama skuad Si Merah dalam kurun waktu empat musim terakhir.

Di usia 25 tahun, Countinho menapaki panggung baru bersama salah satu klub terbesar Eropa, Barcelona. Ditambah lagi fakta dirinya merupakan pemain termahal kedua di dunia.

Dalam wawancara dengan Barca TV, pemain internasional Brasil menyebut kariernya hampir saja berakhir di Inter. Dia bersyukur memiliki orang-orang terdekat yang selalu menghidupkan semangat dan optimismenya.

"Saya mulai karier profesional saat menandatangani kontrak pertama dengan klub Eropa di usia 16 tahun, tetapi saya masih sangat muda," ujarnya.

"Itu sulit bagi seorang pemain muda seperti saya yang datang dari kultur berbeda. Saya pergi ke Italia dengan kekasih, yang sekarang jadi istri."

"Tim (Inter) saat itu berisikan banyak pemain juara dan itu adalah pengalaman sangat positif tetapi juga sulit. Jika saya sendiri, saya pasti sudah mati."

"Saya membutuhkan dukungan keluarga, dan mereka ada di samping saya," dia memungkasi.[rza]

Sumber: Football-Italia

Komentar

 
Embed Widget

x