Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 01:09 WIB
 

"Sepak bola Bukan Ajang Saling Cabut Nyawa"

Oleh : Putra Prima | Selasa, 29 Mei 2012 | 20:34 WIB
Kapten Persib Bandung, Maman Abdurrahman - Inilah.com

INILAH.COM, Bandung - Fanatisme terhadap klub sepak bola yang memakan korban jiwa membuat para pemain miris. Sepak bola bukanlah ajang untuk saling mencabut nyawa.

Kapten Persib Bandung, Maman Abdurrahman, menyerukan kepada seluruh suporter untuk menghilangkan kekerasan dalam ekspresi fanatisme mereka, menyusul tewasnya tiga orang usai laga Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Minggu (27/5/12). Salah satunya adalah Rangga Cipta Nugraha, warga Bandung.

"Sepakbola bukan ajang bunuh-bunuhan atau perang. Sepakbola harusnya bisa mempersatukan kita semua," ujar Maman.

Bek Timnas Indonesia itu juga sangat menyesalkan terjadinya insiden tersebut. Bela sungkawa ia layangkan untuk Rangga.

"Kita mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Jujur, saya kecewa sampai ada korban jiwa," tegasnya. Sebagai ucapan belasungkawa itu, Persib akan mengenakan ban hitam saat menghadapi Mitra Kukar dalam pertandingan berikutnya.

Rangga adalah satu dari tiga korban tewas pada Minggu (27/5/12). Satu orang diidentifikasi sebagai Lazuardi, warga Menteng, Jakarta. Lazuardi diduga menjadi korban salah sasaran karena menggunakan pakaian berwarna biru, warna kebesaran Persib Bandung. Korban lainnya belum teridentifikasi. Ketiganya meninggal karena dikeroyok.

Tragisnya, Rangga meregang nyawa justru pada kesempatan pertamanya menyaksikan penampilan Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, sejak meninggalkan Bandung karena mendapatkan pekerjaan di Jakarta.[yob]

Komentar

Embed Widget

x