Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 05:03 WIB

Dikaitkan Kasus Tibo, Mantan CEO Persebaya Bungkam

Senin, 6 Agustus 2012 | 22:15 WIB
Dikaitkan Kasus Tibo, Mantan CEO Persebaya Bungkam
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Surabaya - Nama mantan CEO Persebaya, Llano Mahardika tiba-tiba mencuat seiring gagalnya transfer Titus Bonai ke tim Thailand Premier League, BEC Tero Sasana.

Menurut Ketua Harian Persipura Jayapura La Siya, terjadi pemalsuan dokumen dalam transfer Tibo. Lantas apa peran Llano dalam masalah ini?

Dalam keterangannya kepada pers, La Siya menuduh telah terjadi pemalsuan dokumen yang menyebut Tibo sebagai pemain Persebaya. Padahal striker Tim Nasional (Timnas) Indonesia itu masih terikat kontrak bersama Persipura hingga 2012. Selain itu, Tibo juga tidak terdaftar sebagai pemain Persebaya.

Pihak Persebaya melalui CEO Gede Widiade membenarkan jika ada surat keluar dari Persebaya. Namun yang harus diperhatikan, surat keluar itu tidak atas sepengetahuan dirinya sebagai CEO. Alhasil Gede menduga ada oknum yang bermain atas kasus ini dan mencatut nama Persebaya.

Lantas apa peran Llano dalam kasus ini? La Siya menyebut Llano sebagai agen Tibo. "Tibo mengaku sebagai pemain Persebaya ketika di kontrak BEC Tero Sasana, kami sangat menyesalkan ini, mengapa dia disebut oleh Agen LIano Mahardika sebagai pemain Persebaya, padahal kontrak dia di Persipura berakhir pada bulan September," ujar La Siya.

Hingga saat ini, Llano bungkan dan belum memberikan keterangan resmi terkait keterlibatannya dalam transfer Tibo, seprti yang disampaikan La Siya. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/8/2012), Llano tak merespon.

Begitu juga dengan layanan pesan pendek (SMS) dan BlackBerry Messenger (BBM) yang dikirim, semua tidak ada balasan. Kabarnya Llano berada di Jakarta.

Sebelum ditarik ke Jakarta dan menjadi salah satu petinggi PT Liga Prima Indonesia Sportindo(LPIS), Llano memang menjabat sebagai CEO Persebaya. Posisinya kemudian digantikan Gede Widiade. Pergantian petinggi di Persebaya terjadi akhir tahun 2011 lalu.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x