Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 15:21 WIB

Manchester City Kangen Sosok Balotelli

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Jumat, 29 Maret 2013 | 01:35 WIB
Manchester City Kangen Sosok Balotelli
pelatih City, Roberto Mancini dan Mario Balotelli - Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Manchester - Dekat dibenci, jauh di rindu. Itulah sosok Mario Balotelli. Baru beberapa bulan meninggalkan Stadion Etihad, Manchester City mengaku sudah merindukannya.

Balotelli adalah pribadi yang unik dan sulit ditaklukkan. Ia punya talenta besar untuk menjadi bintang, namun ia juga berpotensi besar merusak dirinya sendiri dan orang lain karena tingkah urakannya.

Pada dua musim pertamanya di City, Balo menampilkan performa yang mengesankan, mencetak 27 gol dari 60 laga di segala kompetisi, termasuk saat turun sebagai pemain cadangan. Namun sikapnya yang semaunya sendiri membuatnya kehilangan fokus. Performa melorot di paruh pertama musim ini, hanya melesakkan tiga gol dari 20 laga.

City tak kuasa mempertahankannya dan akhirnya melepasnya ke AC Milan pada bursa transfer tengah musim ini, Januari lalu.

"Rekan-rekan setimnya amat merindukannya. Mereka kehilangan kejeniusannya. Dia bisa melakukan apapun yang tak pernah dipikirkan orang lain. Kami semua senang dia tampil baik di Milan," kata pelatih City, Roberto Mancini, seperti dinukil dari Panorama.

Di Milan, Balotelli sudah mencetak tujuh gol dari enam laga di Seri A. Sementara bersama Timnas Italia, ia sudah mengemas tiga gol dari dua laga sejak dilepas City.

Mancini, yang mengorbitkan Balotelli saat masih melatih Inter Milan, sejatinya amat menyayangi pemain berdarah Ghana itu. Ia pula yang meyakinkan manajemen City untuk memboyongnya, meski banyak yang khawatir dengan perilaku eksentriknya.

Namun Balotelli seperti tak tahu diuntung. Ia membuat Mancini geram dan hampir menonjoknya dalam sebuah sesi latihan, tak lama sebelum ia dilepas.

"Mario punya segalanya untuk menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, tetapi untuk saat ini dia baru menggunakan 50 persen kemampuannya. Itu yang membuat saya marah," kata Mancini kala itu.

Komentar

Embed Widget
x