Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 03:37 WIB

Pembinaan Usia Muda Indonesia Kalah dari Singapura

Oleh : Arie Nugroho | Kamis, 30 Mei 2013 | 19:17 WIB
Pembinaan Usia Muda Indonesia Kalah dari Singapura
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pembinaan sepakbola usia muda Indonesia diakui masih jauh dari sempurna. Bahkan, pembinaan Indonesia dinilai tertinggal jauh dari Singapura.

Indonesia memiliki turnamen liga sepakbola remaja nasional dari usia 12 hingga 18 tahun, yang dikenal dengan nama Soeratin Cup. Turnamen ini sudah gelar sejak 1987.

Selain itu, berbagai turnamen usia muda juga digelar oleh pihak swasta. PSSI memiliki kompetisi antar Pengurus Cabang (Pengcab) level Provinsi yang digelar di enam wilayah.

Namun, hal itu dinilai belum cukup. Mantan Direktur Pengembangan Usia Muda PSSI, Timo Scheunemann menilai pembinaan usia muda Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Singapura.

"Sejujurnya, untuk pembinaan usia muda kita masih kalah dengan Singapura. Pertama dari sistem kepelatihan dan scouting. Percuma kalau penduduk banyak tapi scouting tidak benar," ujar Timo di Hotel Ritz-Carlton, Kamis (30/5/2013) WIB.

Timo membandingkannya dengan Jerman yang saat ini sudah punya 141 titik scouting.

"Jadi yang paling lemah dalam pembinaan usia muda adalah scouting sehingga kita tidak begitu banyak menemukan pemain muda berbakat. Pemain usia 10-12 tahun seperti baru awal lari. Saat usia 17 tahun baru keliatan mana federasi yang bekerja dengan baik dan mana yang tidak," ia memungkasi.[yob]

Komentar

Embed Widget
x