Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:25 WIB

Ikrar Damai Persija dan Persib di Kemenpora

Oleh : Arif Budi Winarto | Senin, 15 Juli 2013 | 21:00 WIB
Ikrar Damai Persija dan Persib di Kemenpora
(Foto: inilah.com/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Langkah nyata diwujudkan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam menindaklanjuti perseteruan antara dua kelompok suporter Persija Jakarta The Jakmania dan suporter Persib Bandung Viking.

Dalam acara buka puasa bersama di halaman Gedung Kemenpora Jakarta, Senin sore (15/7/2013) WIB, Menpora Roy Suryo secara khusus mengundang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, Ketua Persija Ferry Paulus, Assisten Gubernur DKI Jakarta Bidang Pemukiman Haryono Suyono, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk bersama-sama mengikrarkan perdamaian antara kedua kelompok Suporter. Ikrar damai tersebut juga disaksikan Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husein.

"Malam ini The Jak dan Bobotoh bersatu, tak ada lagi perseteruan. Saya mengharapkan rekan-rekan media membantu menyebarkan pesan damai ini," seru Roy Suryo yang diiringin riuh tepuk tangan para hadirin.

Untuk selanjutnya, Menpora berharap kedepannya tak ada lagi permusuhan berbau kedaerahan, bukan hanya antara The Jak dan Viking, juga suporter di daerah lainnya.

"Semoga malam ini bisa menjadi contoh bagi suporter lain kita bisa berdamai. Kalau jajaran atas bisa berdamai kenapa jajaran bawah suporter Tanah Air tak bisa. Semua harus bisa," tandas pria yang lebih dikenal dengan pakar telematika itu.

Sebagai tindak lanjut, Menpora juga berjanji akan mengundang secara khusus The Jak dan Viking untuk mengadakan pertemuan dan mediasi secara kekeluargaan.

"Insya Allah kami (Kemenpora) siap mengawal perdamaian ini sampai selesai. Kami jadwalkan pertemuan antar kedua kelompok suporter di bulan Syawal. Semoga bisa menjadi tonggak bersejarah bagi kedua pihak," ia memungkasi.

Hal senada juga disampaikan Ketua PSSI Djohar Arifin Husein, PSSI tanpa segan akan menjatuhkan sanksi tegas pada klub yang tak bisa mengurus supporternya dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera kepada semua oknum yang hanya ingin membuat kisruh di sepak bola.

"Tentu saja, PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia akan menjatuhkan sanksi pada klub yang terlibat. Karena klub adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Kalau tidak seperti itu, bakal terjadi lagi."

"Untuk pencegahan agar hal serupa tak terjadi lagi, ya ini adalah tanggung jawab klub. Bagaimana mereka mensosialisasikan pesan damai supporter, bagaimana mereka mengelola para pendukung, kami serahkan semuanya ke klub," Djohar mengakhiri.

Perseteruan antara kedua kelompok suporter Jakmania dan Viking kembali memanas setelah insiden pelemparan batu terhadap bus pemain Persib yang hendak bertanding di Jakarta, Sabtu (22/6/2013) lalu.

Alhasil, beberapa pemain dan ofisial Maung Bandung mengalami luka-luka. Tak terima, suporter Maung Bandung, Bobotoh, membalas dengan cara merusak mobil berplat nomor B asal Jakarta dengan kayu dan batu.

Laga tersebut akhirnya ditunda dan akan digelar ulang 28 Agustus mendatang. Hingga saat ini, lokasi pertandingan belum ditentukan. Tetapi, PT. Liga Indonesia, selaku penyelenggara Liga Super Indonesia (ISL), memberikan hak penuh menentukan lokasi pertandingan sebagai keuntungan tuan rumah. [arn]

Komentar

Embed Widget
x