Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 11:43 WIB

Pajak Tontonan Melambung, Panpel AFF U-19 Menjerit

Oleh : Boy Leonard Pasaribu | Rabu, 11 September 2013 | 23:11 WIB
Pajak Tontonan Melambung, Panpel AFF U-19 Menjerit
ist

INILAH.COM, Sidoarjo - Antusiasme masyarakat terhadap event Piala AFF U-19 berusaha dimanfaatkan oleh pemerintah setempat. Sayangnya, cara yang digunakan dianggap berlebihan.

Keputusan PSSI menunjuk Sidoarjo dan Gresik di Jawa Timur sebagai tuan rumah kejuaraan sepak bola kelompok umur antarnegara ASEAN terbukti tepat. Antusiasme masyarakat tetap tinggi, meski yang ditonton bukan tim senior.

Sebuah kewajaran jika event ini dimanfaatkan untuk mengeruk pemasukan lewat pajak tontonan, namun panitia lokal menilai pajak yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terlalu tinggi.

Seperti dilansir beritajatim, pajak yang dipungut Pemkab Sidoarjo sebesar 25 persen dari hasil penjualan tiket. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain di Pulau Jawa. Di Jakarta, Solo dan Sleman, pajak petandingan hanya lima persen dari penjualan tiket pertandingan.

"Angka 5 persen itu paling ideal," ujar Direktur Maketing PSSI, Edhi Prasetyo. "Pemda (Pemerintah Daerah) harus berikan bantuan atau kemudahan. Tapi di Indonesia banyak pemda yang membebani olahraga. Salah satunya pajak tontonan."

Edhi mengingatkan Pemkab untuk merevisi kembali kebijakannya di masa yang akan datang. Jika tidak, panitia penyelenggara event lain akan menjauh dari Sidoarjo. "Kalau eventnya dipindahkan, masyarakatnya yang kehilangan kan," tutup Edhi.

AFF U-19 digelar sejak 9-22 September. Sebanyak 17 pertandingan dari total 29 pertandingan digelar di Stadion Delta, Sidoarjo, termasuk satu laga semifinal, perebutan tempat ketiga dan final. Sedangkan pertandingan lainnya digelar di Stadion Petrokimia, Gresik.

Komentar

x