Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 Februari 2018 | 00:28 WIB
 

La Nyalla Buka Suara Soal Utang PSSI

Oleh : Nandang Permana Sidik | Jumat, 9 Februari 2018 | 13:46 WIB
La Nyalla Buka Suara Soal Utang PSSI
Mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattaliti - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Surabaya - Mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattaliti, akhirnya angkat bicara setelah pihak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum menunjukkan tanda-tanda menyelesaikan utangnya.

Padahal, persoalan utang PSSI kepada dirinya sudah diketahui para anggota Komite Eksekutif (Exco) saat itu termasuk Wakil Ketua Umum saat ini Joko Driyono. Kata La Nyalla, seharusnya Joko Driyono tidak berdiam diri dan menjelaskan soal utang itu kepada stakeholder sepakbola nasional.

Sebelumnya, kuasa hukum La Nyalla, Aristo Pangaribuan, menjelaskan kronologis munculnya utang tersebut. Diungkapkan Aristo, usai KLB di Hotel Borobudur 2013, La Nyalla dipercaya menjabat wakil ketua umum, mendampingi Djohar Arifin Husin. Sejak saat itu, La Nyalla mulai menalangi kebutuhan dana untuk PSSI ketika federasi tersebut kesulitan cashflow.

Hingga berita ini diturunkan, pihak La Nyalla belum menerima surat resmi dari PSSI mengenai niatan melunasi utang apakah dengan cara mencicil atau tunai.

"Seharusnya saudara Joko Driyono menjelaskan kepada stakeholder PSSI, termasuk kepada ketua umum PSSI sekarang tentang hal itu. Jangan dibiarkan Pak Edy memberikan pernyataan yang tidak tepat di media. Karena saudara Joko saat itu sekjen, saat Pak Djohar Arifin ketua umum PSSI. Dia juga merangkap CEO di Liga Indonesia," kata La Nyalla.

Menurut La Nyalla, keputusan mengeluarkan dana yang disebutnya sebagai dana talangan idenya bermula dari Joko Driyono.

"Dan terus terang ide untuk menalangi itu datang dari saudara Joko Driyono, karena memang cash flow PSSI selalu terlambat, sehingga butuh talangan. Nanti begitu ada pembayaran dari sponsor atau hak siar TV, baru bisa dikembalikan, atau dicicil. Tapi kan prakteknya tidak berjalan mulus, akhirnya numpuk," ujarnya.

"Saat itu juga saudara Joko yang minta ke saya agar ditalangi dulu, supaya hak klub-klub peserta Liga terbayarkan. Nanti akan dibayar setelah ada uang masuk dari sponsor. Begitu ada uang, dari pinjaman 1 juta USD, saya dicicil 300 ribu USD. Sampai sekarang sisanya 700 ribu USD macet," pungkasnya.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x