Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 Februari 2018 | 04:47 WIB
 

Leg II Semifinal Piala Presiden 2018

Gagal ke Final, Apa Komentar Pelatih Sriwijaya FC?

Oleh : Nandang Permana Sidik | Kamis, 15 Februari 2018 | 00:45 WIB
Gagal ke Final, Apa Komentar Pelatih Sriwijaya FC?
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Gianyar - Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, menilai anak asuhnya sudah tampil dengan determinasi yang sangat baik meski akhirnya harus menelan kekalahan dari Bali United.

Bertamu ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (13/2/2018) malam WIB, dalam pertandingan leg kedua semifinal Piala Presiden 2018, tim berjuluk Laskar Wong Kito menyerah dengan skor tipis 0-1.

Sriwijaya FC gagal melaju ke final setelah kalah agregat 0-1, sebelumnya kedua tim bermain imbang tanpa gol di leg pertama.

Sepanjang 90 menit, Sriwijaya FC sebenarnya lebih banyak mengancam gawang Bali United. Sayangnya, baik Beto Goncalves, Makan Konate, dan Adam Alis gagal membobol gawang Wawan Hendrawan.

Sebaliknya, Bali United yang mengandalkan serangan balik cepat mampu mencetak gol kemenangan di menit ke-80. Berawal dari sepak pojok Ricky Fajrin, bola dibelokan Demerson Bruno Costa menggunakan sundulan kepala yang gagal dibendung kiper Teja Paku Alam.

Usai pertandingan, Rahmad Darmawan tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya. Dia hanya menyayangkan anak asuhnya gagal memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan untuk mencetak gol.

"Pemain sudah bermain baik dan menunjukkan determinasi. Tapi, momen untuk mencetak gol sangat banyak yang kita sia-siakan. Kita hanya kecolongan lewat bola mati," jelas pria yang akrab disapa coach RD.

"Kami mampu menekan lawan, meski kami bermain di kandang mereka. Semua harus intropeksi diri, termasuk saya dan perangkat pertandingan," tambahnya.

Lebih lanjut, Rahmad mengatakan dirinya sudah melakukan semua usaha untuk memenangkan pertandingan meski hasil akhir tak berpihak.

"30 menit akhir, saya memasukan Beto Goncalves karena saya membutuhkan pemain tinggi di depan. Kita lost konsentrasi saat pergantian pemain (Bali United mengganti pemain). Pemain jadi bingung siapa yang harus mengawal siapa. Tapi, bukan berarti saya salahkan pemain, di sana hanya saya lihat kelengahan saja saat ada proses pergantian," pungkasnya.

Komentar

 
Embed Widget

x